Salah seorang sumber di Dinas Kesehatan pun membenarkan tunggakan iuran tersebut. Meski begitu, sumber yang enggan namanya dipublis ini mengatakan pihaknya terus mengajukan permintaan pembayaran iuran BPJS itu setiap bulan ke Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Halbar.
“Karena setiap satu bulan itu mendekati Rp 1 miliar sekian, jadi kalau digabung keseluruhan angkanya sudah terlalu fantastis. Makanya harus dibayar bulan perbulan disesuaikan dengan kondisi keuangan di BKAD Halbar, pokoknya kita sudah ajukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Halbar, Sonya Mail, mengaku pihaknya sudah membayar iuran tersebut pada Senin (9/9/2024). “Iya sudah dibayar kemarin, 1 bulan,” kata Sonya ketika dikonfirmasi .
Sonya mengatakan iuran BPJS Kesehatan tertunggak lantaran pihaknya menangani pembayaran dana hibah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan juga anggaran untuk erupsi gunung Ibu beberapa waktu lalu.
Namun demikian, ia memastikan tunggakan iuran BPJS Kesehatan itu diselesaikan pada tahun ini. “Pasti kami bayar dan diusahakan selesai tahun ini,” ujarnya.
Pewarta : Faisal Noho
Editor : Zulkifli Hi Saleh
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
