LABUHA – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Siti Khotijah tidak mengantongi data jumlah guru yang tersebar di Sekolah Dasar (SD) maupun di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ini terungkap saat rapat kordinasi (Rakor) Monitoring Center For Prevention (MCP) KPK tahun 2024 di Kabupaten Halsel, pada Senin (14/10/2024).
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Korsup Wilayah V KPK Abdul Haris dalam rakor tersebut menanyakan kepada Kadisdik Halsel Siti Khotijah terkait dengan jumlah guru yang ada di Kabupaten Halsel, namun pertanyaannya ini tidak bisa dijawab dengan akurat karena tidak kantongi data guru.
Dimana, Siti Khotijah dicecar terkait dengan jumlah sekolah baik di tingkat SD maupun di SMP yang tersebar di Kabupaten Halsel, sebab jumlah ini di sesuaikan dengan jumlah guru yang bakal di tempat di sekolah-sekolah tersebar di Halsel.
Di kesempatan tersebut, Siti Khotijah mengaku kalau sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Halsel masih kekurangan guru, baik sekolah yang ada dalam kota maupun di desa. Dia beralasan Halsel memiliki wilayah yang luas sedangkan ketersediaan guru sangat minim.
Hal ini kemudian dipertanyakan oleh KPK saat rakor.
“Kalau ketersediaan guru masih kurang kenapa guru-guru PNS di perbantukan ke sekolah swasta,” tegad Kasatgas Korsup Wilayah V KPK Abdul Haris.
Siti Khotijah menjelaskan, Pemkab Halsel memperbantukan guru PNS ke sekolah swasta dilakukan karena ada permintaan dari pihak sekolah swasta.
Menanggapi penjelasan itu Kasatgas Korsup Wilayaj V KPK Abful Haris meminta agar kedepan, para guru yang diperbantukan itu untuk dikembalikan.
“Kedepannya guru-guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta itu harus di kembalikan karena aturannya tidak boleh lagi dan lagian Pemkab Halsel masih kekurangan guru,” pinta Abdul Haris.*
Pewarta: Nandar Jabid
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

