Selain kapal, Azhari mengaku, semua Komandan Markas Unit (Danmarnit) serta puluhan anggota juga ikut dikerahkan melakukan pencarian terhadap Sahril Helmi yang merupakan kontributor Metro TV yang sejauh ini belum ditemukan usai laka laut tersebut.
“Para Danmarnit dan anggota juga saya terjunkan untuk melakukan pencarian. Saya juga minta para nelayan agar ikut terlibat dalam pencarian, baik di pesisir pantai maupun di lokasi kejadian. Kami berharap Sahril Helmi dapat ditemukan dalam keadaan selamat, aamiin.” Tandasnya.
Saat ini Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara (Malut) bersama tim SAR gabungan terus telah melakukan evakuasi korban ledakan speedboat milik Basarnas yang terjadi saat misi pencarian nelayan hilang di perairan Oba Selatan. “Kami masih fokus melakukan evakuasi dan mencari satu korban yang masih hilang, yakni Kontributor Metro TV,” ujar Kombes Pol Azhari Juanda.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani saat diwawancarai mengatakan, saat pihaknya mulai bertolak dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dua nelayan tersebut, speedboat RIB 04 mendadak meledak sehingga mengakibatkan 11 crew yang terpental. “ Sampai saat ini kami belum mengetahui persis apa penyebabnya, karena tentu ini memerlukan tim investigasi dari Jakarta. Sementara untuk proses pencarian salah satu jurnalis masih terus kami lakukan di sekitaran perairan Desa Gita sesuai arah angin.” Akunya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
