“Saya merupakan penggagas pertama pembangunan breakwater untuk menangani persoalan abrasi pantai di OBA, jadi cukup kuasai permasalahan yang disampaikan tadi, dan sudah kami catat seluruhnya, insha Allah akan saya sampaikan ke Balai Wilayah Sungai di Maluku Utara juga untuk bisa melakukan penanganan cepat,” tuturnya.
Meskipun dalam kondisi yang kurang sehat, Muhammad Saleh tetap meluangkan waktu untuk melakukan pertemuan dari Komisi III DPRD Tidore.
“Sebenarnya pertemuan ini, bisa saja dilakukan lebih awal pada Senin atau Selasa sebagaimana surat masuk komisi III, hanya saja saya sedang sakit, bisa saja saya wakilkan kepada yang lain, tapi karena dari Tidore jadi saya ingin bertemu langsung, karena itu baru bisa diagendakan hari ini,” cetusnya.
Ia mengaku, pertemuan ini semacam reuni, dirinya cukup banyak menimba ilmu di Maluku Utara, karena itu, ia sangat bersyukur dengan kehadiran bapak/ibu dewan khususnya Komisi III DPRD Tidore.
“Kurang lebih 12 permasalahan pantai dan sungai baik di pulau Tidore maupun OBA yang telah disampaikan oleh ketua komisi III, dan akan menjadi perhatian kami di tengah efisiensi anggaran yang sedang terjadi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk Kota Tidore Kepulauan,” tandasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
