Askot Tidore Sepakat Lindungi pemain Sepak Bola

Foto bersama Askot Tidore dan BPJS Tenaga Kerja.

TIDORE – Asosiasi Sepak Bola Kota (Askot) Tidore Kepulauan mulai menjajaki pembicaraan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan soal perlindungan atlet, ofisial, dan wasit yang berada dibawah naungan Askot PSSI Kota Tidore.

Pertemuan tersebut bertempat di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissnakertrans) Provinsi Maluku Utara, yang dihadiri BPJS Ketenagakerjaan Alit Mahendra, dan Kepala Disnakertrans Maluku Utara, Marwan Polisiri.

Dalam pertemuan itu, Ketua Askot Tidore, Ardiansyah Fauji yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, mengatakan, selama ini para atlet lokal minim sekali perhatian dari sisi perlindungan kecelakaan kerja, padahal sepak bola telah berkembang menjadi sebuah industri besar yang mengglobal. Profesi atlet sepak bola adalah individu yang paling rentan mengalami kecelakaan, baik benturan fisik ringan hingga berat bahkan bisa menyebabkan cacat permanen juga kematian.

Ia mencontohkan, di Eropa setiap pemain sepakbola dilindungi dengan ketat menggunakan asuransi, jika terjadi insiden/kecelakaan kepada atlet pihak club maupun federasi sudah tidak terlalu pusing, ada pihak yang akan mencover mulai dari pengobatan cedera ringan sampai berat bahkan sampe yang paling naas berupa kematian.

“Di liga-liga resmi Indonesia misalnya para pemain, ofisial hingga wasit telah dilindungi bahkan sudah menjadi ketentuan wajib pemain-pemain yang bermain di club liga 1 wajib memiliki asuransi ketenagakerjaan,” ujarnya, Rabu, (17/9/25).

Berita Terkait