Jelang Akhir Tahun, Pemkot Tidore Lakukan Evaluasi Besar-Besaran

“Saya akan pakai kaca mata kuda, sehingga tidak lagi mengutamakan soal perasaan, melainkan komitmen atas perjanjian dari setiap pejabat yang telah menandatangani pakta integritas, lagipula masalah jabatan ini, bukan warisan yang harus dipertahankan mati-matian,” pungkasnya.

Wali Kota mengaku, untuk evaluasi kali ini, terdapat banyak pejabat yang akan diganti, hal itu dikarenakan serapan anggaran untuk tahun 2025 masih terbilang rendah. Selain itu lemahnya pengawasan dan disiplin ASN, termasuk praktik titip tanda tangan saat menghadiri undangan paripurna di DPRD Kota Tidore.

“Perilaku tersebut, tidak bisa lagi ditoleransi karena melanggar etika dan integritas ASN. Ini perilaku buruk yang sering dipraktekkan oleh sejumlah pejabat baik Sekretaris dan Kabid, saya sudah tahu semuanya, dan akan saya evaluasi,” ujarnya.

Ia menyebut, untuk pergantian jabatan bagi pejabat eselon II, hanya akan dilakukan asesmen pada jabatan kosong, seperti Dinas PMD Kota Tidore, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, dan BPKAD Kota Tidore. Sementara untuk sisanya, hanya akan dilakukan pergeseran tanpa harus melalui asesmen.

“Saya minta dukungan dari semua pihak, karena saya tidak mau di masa kepemimpinan saya dengan Ahmad Laiman, para pejabat hanya bersantai dan tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk mensejahterakan Masyarakat,” tandasnya. (ute)

Berita Terkait