Beberapa daerah yang berkunjung seperti Kabupaten Lamongan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Temanggung, urai Wahid, mereka yang datang di booth Kota Tidore Kepulauan, semuanya diarahkan oleh Kemendagri untuk bertanya langsung. Mereka penasaran dan ingin cari tahu siapa aktornya yang bikin lonjakan inovasi Tidore meningkat drastis.
“Kami diarahkan Mendagri untuk belajar di Tidore, bagaimana bisa dalam rentang waktu 1 tahun inovasi Tidore meningkat sangat signifikan”, ucap Adi, salah satu pejabat Bapperida dari Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah, saat tiba di booth Kota Tidore Senin, (8/12/2025).
Wahid menjelaskan bahwa Kota Tidore Kepulauan adalah satu-satunya daerah di Maluku Utara yang lolos 9 besar kota terinovatif. 9 kota tersebut adalah 6 dari daerah Jawa, 2 dari Sumatera dan dari wilayah kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku hanya diwakili Kota Tidore Kepulauan.
Wahid bilang faktor utama peningkatan inovasi Tidore karena komitmen Wali Kota yang sangat kuat. Wali Kota Tidore Muhammad Sinen, tambah Wahid, tidak sekedar menerbitkan Instruksi Gerakan 200 Inovasi, tetapi beliau aktif memantau progres inovasi.
“Kebetulan saya juga termasuk dalam WAG Pemda, setiap hari Wali Kota memantau progresnya, Pak Wali mendapat laporan progres inovasi setiap hari oleh Kabag Protokol,” jelas Wahid.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
