Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menjelaskan, secara keseluruhan, capaian indikator tujuan menunjukkan hasil yang sangat Baik, hal ini terlihat dari rata-rata capaian kinerja menembus 100,49 persen, dengan indeks Infrastruktur menjadi kontributor terbesar dengan Realisasi 89,11, berhasil melampaui target 85,00, dengan capaian kinerja 104,84 persen.
Selanjutnya data Indeks Demokrasi Daerah & Reformasi Birokrasi, kedua indikator ini menunjukkan tingkat presisi yang sangat tinggi, dengan capaian masing-masing 99,99 persen dan 99,76 persen.
Sementara pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun berpredikat sangat baik, indikator ini memiliki selisih sebesar 1,97 poin antara target 74,88 sehingga realisasinya hanya 72,91, dengan capaian kinerja 97,37 persen, sehingga perlu menjadi perhatian untuk diakselerasi pada tahun berikutnya.
“Kita masih memiliki tantangan serius pada capaian beberapa indikator kinerja utama lainnya, meskipun dengan predikat yang beragam,” ujarnya.
Untuk Pertumbuhan Ekonomi, mengalami pelambatan dari yang ditargetkan 4,2 persen, hanya terealisasi 2,30 persen atau 54,76 persen, tingkat Pengangguran terbuka, realisasinya 4,02 persen, masih lebih tinggi dari target 3,33 persen, dan Realisasi Kemiskinan terdapat selisih 0,34 point dengan realisasi 6,54 persen, dibandingkan target 6,20 persen.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
