Tak hanya itu, Muhammad Sinen, juga meminta kepada OPD dan DPRD untuk harus memaksimalkan Sektor Lingkungan dan Ketahanan Resiko Tinggi, dimana indeks Risiko Bencana melonjak ke 241,25, dari target 161,25 atau 66,84 persen.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Bencana Nasional, kondisi ini terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Lebih lanjut, Muhammad Sinen mengaku, Pembangunan Manusia dan Infrastruktur, rata-rata Lama Sekolah terealisasi 10,18 Tahun dari target 10,56 Tahun, dengan capaian kinerja 96,40 persen. Realisasi 10,18 tahun menunjukkan bahwa secara rata-rata, penduduk di Kota Tidore Kepulauan telah menempuh pendidikan hingga setara kelas 10 (SMA kelas 1).
Terkait dengan berbagai permasalahan yang masih belum tertangani pada tahun-tahun sebelumnya, Muhammad Sinen menyampaikan bahwa tentu saja telah menjadi perhatian dan fokus penanganan oleh pemerintah Kota Tidore Kepulauan pada penyusunan perencanaan dan penganggaran tahun 2026, meskipun saat ini Pemerintah Daerah diseluruh Indonesia diperhadapkan dengan kebijakan alokasi TKD dalam APBN yang mengalami penyesuaian besar.
Namun di satu sisi, daerah harus memenuhi janji politik pembangunan, namun di sisi lain, ruang fiskal semakin sempit karena dana yang tersedia habis tersedot untuk belanja pegawai, terutama gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
