TERNATE – Pemkot Ternate memastikan memberikan perhatian ke kecamatan Batang Dua yang terdampak bencana gempa bumi pada Kamis (2/4/2026), bahkan sejumlah bantuan sebelumnya sudah disalurkan ke warga. Dan dijadwalkan bantuan yang saat ini tertampung di pokso penanganan bencana akan terdistribusi bersamaan dengan bantuan dari BNPB pada Minggu (5/4/2026).
Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, pihaknya dan tim penanggulangan bencana Kota Ternate telah berangkat ke Batang Dua untuk memastikan kondisi lokasi bencana dan melakukan pendataan serta distribusi logistic dan obat-obatan, langkah ini dilakukan setelah Wali Kota mengeluarkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari terhitung sejak 2 -15 April.
Menurut Rizal, pihaknya sendiri saat tiba di Mayau pada malam hari langsung menggelar rapat koordinasi yang melibatkan seluruh perangkat kecamatan, Dinas Sosial Provinsi dan Kota, Dinas Kesehatan, Basarnas, BMKG dan TNI/Polri, yang menetapkan kecamatan Batang Dua sebagai posko penghubung dan posko penyengga yang tersebar disejumlah kelurahan.
Untuk memastikan kondisi warga disana, pihaknya langsung turun ke sejumlah lokasi pengungsian yang bertahan dibawah tenda yang didirikan secara mandiri oleh warga.
“Kami sudah minta para lurah untuk berkoordinasi dengan warga yang mengungsi ke pegunungan, untuk mereka turun pada pos yang telah ditetapkan pemerintah, dalam rangka untuk memudahkan konsolidasi dan koordinasi bantuan yang telah tersalur pada hari kedua setelah bencana, setelah kita melakukan pemuktahiran data dengan melibatkan TNI/Polri, kelurahan, Baznas, OPD teknis dan Basarnas,” katanya, pada Sabtu (4/4/2026).
Sekda menyebut, seluruh bantuan logistic maupun lainnya yang dibawa tim seluruhnya terdistribusi ke warga, dan dia memastikan pada Minggu (5/4/2026) besok akan kembali disalurkan bantuan menggunakan kapal Basarnas yang di fasilitasi oleh BNPB. “Jadi bantuan dari BNPB, kemudian BPBD Provinsi nanti juga akan di mobilisasi ke Batang Dua bersama dengan bantuan yang telah terkumpul ke Pemkot Ternate,” ungkapnya.
Dikatakan Sekda, mitigasi awal yang dilakukan warga di Batang Dua saat bencana gempa bumi sudah baik, karena ketika BMKG mengumumkan potensi tsunami warga ini secara mandiri mengungsi ke daratan yang tinggi sebagai langkah ikhtiar.
“Kita juga melakukan mobilisasi bantuan ke warga di pulau Tifure yang didampingi oleh lurah di lokasi pengungsian, Dan saya sudah sampaikan jika kondisinya sudah normal warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing, tapi kalau warga yang rumahnya rusak dan berdampak roboh atau ambruk didata oleh lurah, saya minta agar mereka jangan dulu masuk karena bisa beresiko,” ucapnya.
Sekda memastikan, pendistribusi bantuan yang sudah tersedia di posko saat ini akan di distribusi ke Batang Dua bersamaan dengan bantuan dari BNPB, dimana Kepala Dinas Sosial dan Plt. Kepala BPBD ditunjuk untuk mengkoordinir mobilisasi bantuan untuk diangkut ke kapal yang bertolak ke Batang Dua.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

