2. Penguatan Pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), Pendekatan ini mengintegrasikan pengelolaan perikanan dengan perlindungan ekosistem laut. Bupati Ikram menekankan pentingnya pengetatan izin alat tangkap ramah lingkungan serta pelarangan alat tangkap yang merusak, seperti pukat harimau (trawl) dan penggunaan racun.
Pengawasan juga perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pemantauan kapal secara real-time, seperti Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) guna memastikan kepatuhan wilayah tangkap.
Ia menjelaskan, EAFM merupakan konsep pengelolaan perikanan terpadu yang menyeimbangkan kesehatan ekosistem dengan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pendekatan ini mempertimbangkan aspek ekologi, sosial, ekonomi, serta ketidakpastian sumber daya hayati maupun nonhayati.
Kegiatan perkuliahan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa pascasarjana yang aktif berdiskusi mengenai tantangan dan masa depan pengelolaan perikanan Indonesia.Melalui kesempatan tersebut, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus terjalin dalam menghasilkan gagasan serta kebijakan yang mampu mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan nasional. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
