Dia menambahkan, pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya sekadar membangun gedung fisik, tetapi harus memastikan kualitas layanan yang akan diberikan setelah fasilitas tersebut beroperasi.
“Oleh karena itu, DPRD juga menaruh perhatian pada aspek pendukung seperti tenaga kesehatan, peralatan medis, aksesibilitas masyarakat, hingga keberlanjutan operasional puskesmas,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi II menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi agar pembangunan dapat berjalan optimal tanpa hambatan administratif maupun teknis. Menurut mereka, pengawasan langsung seperti ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi persoalan sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pemerintah Kecamatan Weda Timur menyambut baik kunjungan kerja DPRD tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan sektor kesehatan di wilayah mereka. Mereka berharap kehadiran Puskesmas Mesa nantinya mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat desa-desa sekitar.
Masyarakat setempat juga menyampaikan harapan besar agar pembangunan puskesmas dapat segera diselesaikan dan difungsikan secara maksimal. Selama ini, keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi warga, terutama dalam penanganan layanan kesehatan dasar dan rujukan awal.
Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan daerah agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Hasil monitoring lapangan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi dalam rapat-rapat DPRD bersama pemerintah daerah guna memastikan seluruh program pembangunan dapat mencapai hasil yang optimal.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
