BOBONG – Keterlambatan pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Bagian Tata Kelola Pemerintahan Sekretariat berdampak pada warga tiga desa di Kecamatan Taliabu Barat.
Tiga desa itu gagal teraliri listrik akibat warga di Desa Talo tidak mengizinkan tanaman mereka ditebang. Padahal, sejak tahun sebelumnya jaringan listrik telah dipasang hingga ke Desa Holbota. Saat ini pihak PLN Bobong belum bisa mengaliri listrik di desa itu lantaran pemilik lahan di Desa Talo belum mengizinkan penebangan tanaman mereka.
“Keinginan warga tiga desa untuk menikmati listrik saat ini belum bisa terjawab akibat keterlambatan pembebasan tanaman milik warga,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Muhammad Jainal Ashar, Selasa (30/3/2021).
Padahal kata dia, jika pembebasan lahan segera dilakukan oleh pemerintah daerah, bukan warga desa Holbota saja yang dapat menikmati listrik, melainkan desa tetangga lainnya seperti Desa Kawalo dan Desa Woyo pun ikut bisa merasakan hal yang sama. Apalagi, saat ini PLN Bobong mendapatkan penambahan mesin, walau berstatus kontrak.
“Saya harapkan pemerintah daerah segera mengambil langkah terkait ganti rugi tanaman warga di Desa Talo. Minimal melakukan pendataan yang akan diganti rugi. Soal pembayarannya belum dilakukan tahun ini supaya tidak menghambat,” katanya.
Sebelumnya, Kepala PLN Bobong, Irfan Tahir mengatakan pihaknya sudah dapat mengaliri listrik di Desa Holbota. Hanya saja, sejumlah pemilik lahan di Desa Talo belum mengizinkan tanaman mereka ditebang sebelum ada ganti rugi, sementara pihak PLN tidak memiliki anggaran pembebasan lahan tanaman.
“Kita sebenarnya sudah bisa menyalakan listrik sampai ke Holbota, karena jaringan listrik sudah sampai ke sana, tapi karena kendala lahan kita tidak bisa lakukan,” tukasnya. Amatan Fajar Malut, jaringan listrik yang telah terpasang dari Desa Talo hingga desa Holbota sejak beberapa tahun lalu kini sudah terlilit pepohonan, bahkan sebagian kabelnya mulai terputus karena tak terurus. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

