BOBONG – Akses jalan Holbota – Kawalo Kecamatan Taliabu Barat mengancam keselamatan pengendara. Seluruh badan jalan itu memprihatinkan karena sudah rusak. Tak sedikit korban pengendara yang berjatuhan di jalan tersebut. Salah satu warga Kawalo, Sutoyo mengatakan, banyak korban pengendara yang telah menjadi korban lantaran kondisi jalan di kedua pegunungan tersebut sudah terbilang rusak.
“Sudah banyak orang jatuh disitu, karena gunungnya agak tinggi. Jadi kalau kita dari arah Kawalo paling setengah mati kalau naik motor karena tidak ada keseimbangan. Ada pengendara yang jatuh sampai patah kaki,” ungkap Sutoyo kepada media ini akhir pekan kemarin.
Salah satu penyedia jasa rakit di Danau Likitobi Kawalo mengaku sangat kesulitan saat melintas jalan tersebut. Menurutnya akses jalan di pegunungan Holbota – kawalo itu perlu dibelah kembali menggunakan alat berat agar tidak mengancam keselamatan pengguna kendaraan di jalur, satu satunya yang menjadi akses masyarakat Kawalo dan masyarakat selatan menuju Bobong.
“Selama badan jalan di gunung Holbota dan Kawalo ini belum dibelah dengan alat berat dan membuat jalur air di samping kiri kanan badan jalan itu akan sangat membahayakan pengendara. Selain tinggi, pasir di badan jalan itu bikin pengendara hilang keseimbangan, apalagi kondisi jalan licin dan banyak lubang,” kata dia.
Kepala Desa Kawalo, Kiswanto Umasangaji kepada wartawan pun mengaku sangat menyayangkan kondisi jalan tersebut karena membahayakan pengguna kendaraan. Pihaknya sudah menyampaikan kondisi jalan tersebut kepada pemerintah daerah melalui Musrenbang di tingkat kecamatan maupun kabupaten untuk diperhatikan.
“Kami berharap kalau bisa di tahun 2021 ini sudah bisa diperbaiki. Dan ini permintaan dari masyarakat Desa Kawalo maupun masyarakat pantai selatan Taliabu karena satu satunya akses penghubung ke ibukota kabupaten,” kata Kiswanto. Amatan Fajar Malut, akses jalan Kawalo-Holbota tersebut tidak bisa dilalui kendaraan saat musim hujan. Melintas di musim panas saat jalan dalam kondisi kering juga berbahaya, apalagi musim hujan lebih berbahaya,” ungkapnya. (jos/bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

