Cuaca Buruk, Pencarian KLM Tiga Putri Ditunda

Pencarian (ilustrasi)

BOBONG – Upaya pencarian Kapal Layar Motor (KLM) Tiga Putri asal Taliabu yang dikabarkan hilang kontak setelah mengalami mati mesin sudah memasuki hari ke empat.  Namun hingga saat ini, kapal serta penumpangnya belum ditemukan oleh tim SAR.   

Pencarian masih akan terus dilakukan hingga 7 sampai 14 hari kedepan. Meski begitu, tim SAR terdiri dari BPBD dan Pol Airud Markas Unit Taliabu belum dapat mengambil langkah pencarian kapal tersebut alias ditunda. Status pencarian kapal yang bermuatan 50 ton yang berangkat dari Pelabuhan Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan menuju Pelabuhan Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah itu akan ditentukan oleh tim SAR.

“Tim BPBD hanya koordinasi dengan tim SAR. Pencarian orang hilang itu Tim SAR. kalau BPBD yang cari, BPBB juga ikut hilang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon, ketika dikonfirmasi, Rabu (08/09/2021) sore kemarin.

Untuk percepat pencarian, BPBD berkoordinasi dengan tim SAR Sulawesi Tengah. Sebab menurut dia, jika menunggu tim SAR Maluku Utara pencarian akan terhambat lantaran rentang kendali Taliabu dan Ternate jauh. “Makanya, kita koordinasi dengan tim SAR terdekat, yakni tim SAR Luwuk-Banggai,” ujarnya.

KLM Tiga Putri mengalami mati mesin pada saat berlayar pada Minggu, 5 September 2021 sekira pukul 13.00 WIT. Lokasi kapal saat dikabarkan hilang berada di 1°07’14.2″ S/123°52’37.6″E Heading 100,° timur.

Jarak tempuh dari Pelabuhan Bapenu kecamatan Taliabu Selatan ke Pelabuhan Luwuk Banggai Sulawesi tengah 154 Nautical Mile (NM) atau berada di wilayah perairan Luwuk – Banggai.

Komandan Markas Unit  Pol Airud Pulau Taliabu, Aipda Rusdi Umanailo, ketika dikonfirmasi membenarkan pencarian kapan ditunda karena cuaca ekstrem. “Iya betul, kemarin rencananya Polairud dan BPBD melakukan pencarian,  namun cuaca ekstrim sehingga ditunda untuk mengevaluasi kembali,” terang Rusdi ketika dikonfirmasi secara terpisah sore kemarin.

Polairud Taliabu sendiri terus berkoordinasi dengan polairud Luwuk- Banggai. Namun, hingga sore kemarin belum mendapat informasi tentang keberadaan kapal tersebut. “Kita terus komunikasi dengan Pol Airud di Luwuk dan Banggai karena berdasarkan jarak pencarian juga mereka lebih dekat dengan posisi kapal yang hilang itu. Karena cuaca buruk, kita belum bisa ikut, apalagi tidak ada dukungan armada,” ungkapnya.

Adapun 8 penumpang kapal yang dikabarkan hilang di perairan Sulawesi itu diantaranya : La Inda (Nahkoda), Ali Saparuddin (KKM), La Tere (ABK), Hanudin (ABK), La Budi (ABK), Erwin (ABK), Petrus (ABK) dan Dedy (ABK).

Berdasarkan informasi cuaca yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Babullah- Ternate yang berlaku mulai tanggal 8 hingga 9 September 2021, prakiraan cuaca Kepulauan Sula  dan Taliabu  yang dikategorikan atas wilayah Sula bagian utara dan Sula bagian selatan  mengalami hujan sedang.

Sementara arah angin dan gelombang untuk Sula bagian utara angin bergerak dari arah tenggara ke barat daya dengan gelombang sedang atau tinggi gelombang hanya pada rata rata 1,25 m – 2,5 m. Untuk kategori Sula bagian selatan, cuaca hujan ringan, arah angin bergerak. (bro)

Berita Terkait