BOBONG – Abrasi sungai di Dusun Fangahu, Desa Bobong ibukota Kabupaten Pulau Taliabu mengancam pemukiman warga, terutama yang mendiami di bantaran sungai itu.
Amatan fajar Malut, di sungai tersebut saat dilanda hujan beberapa hari ini menyebabkan debit air naik, ditambah mengalur bagitu deras. Halaman rumah warga yang tinggal disekitar bantaran sungai mulai longsor.
Kondisi tersebut bukan hal baru karena telah terjadi berulangkali langganan banjir ketika curah hujan lebat. “Abrasi yang terjadi di sungai Fangahu saat ini telah membuat warga di bantaran sungai menjadi was-was saat hujan, pemukiman warga menjadi sasaran. Ada beberapa halaman rumah yang terus tergerus banjir,” ungkap, Hermawan salah satu Pemuda Dusun Fangahu.
Ia berharap pemerintah setempat tidak menutup mata agar segera membangun tanggul di sepanjang kawasan belantaran sungai itu. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayidno mengatakan, pihaknya telah menjadikan bantaran sungai Fangahu sebagai salah satu fokus pembangunan dalam kota Bobong.
Menantu Wakil Bupati Ramli itu memastikan segera membangun tanggul sungai Fangahu tahun depan. Sebab, DPUPR telah menargetkan penataan wajah kota Bobong menjadi fokus pembangunan di Tahun 2022.
“Desember lelang. Dan tanggul Fangahu masuk anggaran tahun depan, karena kita fokus pembangunan dalam kota samua,” sahutnya ketika dihubungi Selasa (28/09/2021) kemarin. Sungai Fangahu meluap sudah berulangkali merendam rumah warga, khususnya pemukiman di bantaran sungai lantaran belum dibangun tanggul penahan banji. Kini, warga dihantui ancaman banjir dan abrasi. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

