Pelayanan Buruk, Rahwan Akui Ada Masalah Tehnis

Rahwan K Suamba

SOFIFI – Sejumlah kepala daerah Kabupaten dan Kota yang masuk dalam tamu undangan kategori VIP, terpaksa berdiri dan memilih meninggalkan saat acara pembukaan STQ tingkat Nasional di Sofifi , Sabtu (16/10/2021) malam.

Kedatangan sejumlah kepala daerah seperti Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa, Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Senen, Wakil Bupati Halmahera Selatan Basam Kasuba, maupun dua pejabat PT PLN yakni Direktur Operasi Regional Sulawesi, Maluku, Papua, Indra Setiawan, dan General Manager PLN unit induk wilayah Maluku dan Maluku Utara Adams Yogasara.

Mereka memilih meninggalkan lokasi pembukaan STQ karena tidak kebagian tempat duduk di panggung utama atau undangan bagi VIP. “ Karena iven ini berlabel nasional, maka harus menjaga nama baik Gubernur, karena dihadiri kepala daerah di Indonesia dan tamu-tamu VVIP yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah,” kata Bupati Usman Sidik kepada wartawan.

Layanan Panitia STQ Nasional Buruk

Menurut Usman, Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) telah bersusah payah melaksanakan kegiatan ini, sehingga perlu evaluasi kinerja panitia STQ Nasional agar berjalan sesuai harapan semua pihak. Mengingat sejumlah kepala daerah yang diundang tidak mendapat fasilitas tempat duduk.

“Sejumlah kepala daerah yang tidak mendapatkan tempat duduk terpaksa meninggalkan lokasi acara, sebelum berakhir pembukaan STQ,” beber mantan koresponden RCTI wilayah Malut ini.
Ketua Bidang Publikasi dan IT Panitia Daerah STQ Nasional ke XXVI Malut, Rahwan K Suamba mengakui jika seluruh tempat duduk bagi tamu VVIP itu memang telah disediakan, namun ada masalah teknis saat acara berlangsung. (dex)

Berita Terkait