Malut Dikepung Daerah Tertular Virus Corona

TERNATE – Walapun Maluku Utara (Malut) masih dikatagorikan aman dari penyebaran virus corona (covid-19) namun sejumlah daerah yang mengeliling Malut telah terdapat pasien positif terjangkit virus corona.

Di Sulawesi Utara saja hingga minggu kemarin sebanyak 2 kasus positif, 1 kasus positif di Maluku dan 2 kasus positif di Papua. Dengan demikian Malut diapit oleh daerah yang terjangkit penularan virus corona (covid-19).

Sementara hingga Minggu (22/3) sore kemarin jumlah orang yang melakukan karantika mandiri di Malut meningkat, dari sebelumnya 147 orang menjadi 222 orang.

Tim Dokter Penanganan Wabah Covid- 19 RSU Casan Boesoirie sekaligus  Sekertaris Satgas Covid-19, Provinsi Malut dr Rosita Alkatiri menyebutkan, jumlah warga yang melakukan karantika mandiri meningkat sebanyak 75 orang, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penurunan dari sebelumnya 14 menjadi 5 orang. Sedangkan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kata Rosita masih 3 orang, padahal Pemkot Ternate melalui satgas Ternate menyebutkan jumlah PDP asal Ternate telah diturunkan status menjadi ODP.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) memutuskan agenda tahunan seperti legu gam untuk sementara waktu ditunda. Hal itu sesuai dengan instruksi Gubernur Malut merujuk pada instruksi presiden, maka melahirkan kesepakatan ivent dan agenda tahunan akan ditunda.

Hal tersebut dilontarkan setelah Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba melakukan pertemuan dengan Wagub M.Al Yasin Ali dikediaman yang terletak dikelurahan Mangga dua. Kepala Biro PKKP setda Malut Mulyadi Tutupoho saat dikonfirmasi menyebutkan, pertemuan kedua pejabat tersebut, fokus membahas percepatan penanganan covid-19 di Malut.

Menurutnya, kedua pejabat Pemprov Malut itu akan semaksimal mungkin melakukan percepatan pencegahan covid-19. Yakni sesuai keputusan Gubernur Malut nomor : 284/KPTS/MU/2020 tentang penetapan status penanganan siaga darurat bencana non alam virus corona.

Untuk itu sementara waktu, masyarakat harus menunda pertemuan atau ivent yang melibatkan atau mengumpulkan banyak orang, seperti legu gam dan lainnya.  “Yang pasti semua iven atau rakor/pertemuan yang melibatkan banyak orang, agar untuk sementara waktu ditunda demi kepentingan rakyat Malut,” pintanya. Sementara itu pantauan Fajar Malut di sejumlah wilayah di Kota Ternate dilakukan penyemprotan disinfektan, termasuk penyemprotan di RSUD Chasan Boesoiri Ternate.(iin)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Malut Dikepung Daerah Tertular Virus Corona"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*