TERNATE – Banyaknya anak usia sekolah yang tertangkap menghisap lem eha bond di kota Ternate, menjadi perhatian semua pihaknya. Bahkan, akademisi menilai, apa yang belakangan terjadi itu, karena lemahnya kontrol keluarga.
Akademisi UMMU Ternate Herman Oesman mengatakan, maraknya menghisap lem eha bond dikalangan anak usia remaja itu, karena lemahnya kontrol keluarga.
“Secara sosiologis anak-anak yang di luar kendali dan melakukan perilaku menyimpang itu, sebenarnya fungsi keluarga jadi penting dalam melakukan kontrol,” katanya, Senin (27/12/2021).
Dikatakannya, perilaku anak yang menyimpang itu, karena kontrol anak ketika sekolah maupun keluarga belum kuat terhadap dampaknya dari lem eha bond tersebut. Untuk itu, Herman menyarankan pada keluarga, institusi pendidikan atau sosial yang lain harus lebih melakukan penguatan terhadap dampak buruk dari lem eha bond tersebut.
“Kemudian di tempat ibadah juga harus ada penguatan berkaitan dengan dampak dari lem ini ke jamaah yang ada, sehingga ada pertalian antar lingkungan keluarga dan sosial lain lebih kuat,” ungkapnya.
Menurutnya, harus ada sanksi yang kuat diberikan oleh keluarga maupun institusi pendidikan terhadap pihak yang ikut serta dalam penyebaran ini, dia juga meminta Pemkot dapat melakukan pengendalian terhadap penjualan lem eha bond. Selain itu, harus dilakukan pembinaan juga terhadap anak yang sudah terlibat jauh, karena lem saat ini sudah jadi ancaman.
“Bagi saya lem ini ancaman, sehingga harus ada proteksi yang sangat ketat, dan aparat sudah melakukan itu. Tapi yang paling utama itu adalah masyarakat harus ada sosialisasi atau sanksi tegas, maka di level kelurahan itu harus dibentengi dengan aturan untuk anak-anak yang menghisap lem ini, sebagai efek jera agar tidak lagi dilakukan, begitu pun di sekolah bisa dikeluarkan. Jadi harus cepat ditanggulangi,” pintanya. Sembari menuturkan, keluarga harus kuat melakukan kontrol terhadap anaknya masing-masing. (cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

