Wakil Ketua Dekot Ternate Tagih Janji Program ‘Ternate Andalan’

Henny Sutan Muda

TERNATE – Sejak dilantik pada 26 April 2021 lalu, Pemerintahan Tauhid Soleman dan Jasri Usman (Tulus) belum memperlihatkan efektivitas program Ternate Andalan yang dijanjikan saat kampanye lalu.

Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, Heny Sutan Muda bahkan menilai   kinerja Pemerintahan kali ini hanya wacana. Ada banyak problem krusial yang belum dituntaskan, seperti penanganan sampah dan air bersih.

“Tumpukan sampah terlihat jelas di sekitaran pasar Bahari Berkesan. Lantas, apakah yang disalahkan adalah pedagang atau masyarakat? Saya rasa tidak karena mereka telah melaksanakan kewajiban mereka membayar retribusi uang sampah,” kata Heny.

Heny lantas mengatakan, apabila problem penanganan sampah disebabkan oleh lambatnya mobilitas mobil angkutan sampah, maka solusinya pemerintah harus menambah jumlah armada pengangkut sampah, benahi juga manajemen pengelolaan dan penanganan sampah.

Selain itu, krisis air bersih juga harus segera diatasi. Politisi partai Demokrat ini menilai Pemerintah tidak punya upaya menangani krisis air bersih. Ini diukur dari proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan Perumda Ake Gaale. “Melalui pergantian direktur Perumda Ake Gaale diharapkan dapat memberikan solusi melalui program untuk menjawab problem air bersih, termasuk manajemen pelayanan air bersih,” ucapnya Heny.

Keadaan ini menjadi parah karena Wali Kota Ternate belum memutuskan siapa pemimpin baru di Perumda Ake Gaale, padahal kabar terakhir panitia seleksi (Pansel) sudah selesai menjalankan tugas perekrutan calon Direktur dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale.

“Ini adalah masalah orang banyak. Jadi jangan anggap remeh, apalagi santai. Karena selain krisis air bersih, ternyata ada keluhan dari masyarakat mengenai tagihan air melonjak naik, padahal air tidak maksimal digunakan,” tegasnya. (nas)

Berita Terkait