WEDA – Kebakaran hebat kembali melanda pemukiman padat penduduk di desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Senin (31/01/22) sekitar pukul 06.00 WIT.
Kebakaran tersebut menyebabkan sepuluh bangunan milik warga desa Lelilef Sawai rata dengan tanah.
Kasubsektor Weda Tengah, IPDA Sadid Dowongi ketika dikonfirmasi mengatakan, telah terjadi kebakaran yang mengakibatkan sepuluh bangunan habis terbakar.
Kesepuluh bangunan diantaranya, rumah penduduk 1 unit, kios 1 unit dan 8 kos-kosan. “Bangunan yang terjadi kebakaran rata dengan tanah ini milik saudara Tropinus Burnama (52) dan Agus Setiawan (59),” katanya.
Sadid menyampaikan, kebakaran berawal dari salah satu penghuni kos-kosan Adnan alias Nan, yang bekerja sebagai karyawan di PT. IWIP, yang pemilik kosannya Tropinus Burnama, sehingga api menjalar ke kios sembako milik Tropinus Burnama serta rumah warga milik Agus Setiawan.
Pemadaman yang dilakukan oleh warga dengan menggunakan peralatan seadanya, akan tetapi api terus menjalar sehingga bangunan yang terbakar rata dengan tanah. “Bantuan pemadam kebakaran dari PT. IWIP tiba di lokasi pukul 07.30 Wit, setelah api sudah dipadamkan oleh warga,” ujarnya.
Kebakaran itu menyebabkan kerugian uang tunai hangus terbakar mencapai Rp225.000.000 dengan rincian, uang pemilik kos serta kios sembako, Tropinus Burnama sebesar Rp 45.000.000 dan pemilik rumah, Agus Setiawan sebesar Rp. 180.000.000.
Kerugian kios barang sembako milik Tropinus Burnama hangus terbakar berkisar sekitar Rp100.000.000 sehingga ditotalkan kerugian secara keseluruhan mencapai Rp325.000.000.
Selain itu, kos-kosan yang hangus terbakar sebanyak delapan kamar yang perbulan sebesar Rp1.000.000 sampai Rp1.200.000. “Adapun barang-barang yang hangus terbakar milik Tropinus Burnama yaitu, 2 unit mesin cuci, 2 unit freezer, serta barang-barang sembako yang berada di dalam kios,” bebernya.
Sementara, barang-barang yang hangus terbakar milik Agus Setiawan, diantaranya, peralatan rumah tangga, 4 kamar kost dengan dinding terbuat dari tripleks.
“Barang berharga emas milik istri Agus Setiawan yang belum dimintai keterangan karena istrinya masih mengalami trauma,” pungkasnya.
Menurut Sadid, dimungkinkan terjadi kebakaran karena korsleting arus listrik yang tidak stabil dari penghuni kos-kosan. “Penghuni kos-kosan sudah berangkat bekerja di PT.IWIP pukul 05.30. Wit,” ujarnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

