TERNATE– Aksi penolakan kepala sekolah (kepsek) pada sejumlah SD yang ada di Kota Ternate pada beberapa waktu lalu, di seriusi oleh Pemkot Ternate dengan mencari actor di balik aksi, sejumlah mantan kepala sekolah dan guru akan di periksa.
Karena dugaan aksi itu ada keterlibatan mantan kepsek dan oknum guru dalam proses penolakan kepsek dalam beberapa waktu kemarin.
Untuk itu BKPSDM Kota Ternate menjadwalkan pada pekan depan, akan memeriksa mantan kepala sekolah dan guru yang melaksanakan tugas di sekolah yang di palang, yakni SD Negeri 40, SD Pertiwi 1 dan SD Negeri 65 termasuk mantan kepala sekolah SD Negeri 16 yang merekam aksi nya dan viral.
Kepala BKPSDM Kota Ternate Samin Marsaoly mengatakan, pada Senin pekan depan pihaknya akan memanggil para guru yang sekolah nya melakukan aksi.
“Karena ada indikasi guru-guru ada di belakang layar. Jadi mereka itu yang kita periksa,” katanya Selasa (1/3/2022).
Menurut Samin, untuk aksi mantan kepsek SD 16 inisial JS yang mengamuk dan pecahkan pot bunga di sekolah, di nilai tidak sesuai dengan etika, yang bersangkutan menjabat kepsek kurang lebih 15 tahun dan memasuki usia pensiun. “Jadi sudah cukup, tapi dia juga tetap di periksa,” ungkapnya.
Para guru dan mantan kepsek yang di periksa nanti menurut Samin, jika dari hasil pemeriksaan itu dan mereka terlibat dalam aksi palang sekolah maka akan di berikan sangsi baik itu di mutasi maupun sangsi disiplin.
“Ini kita lakukan dalam rangka untuk memberikan efek jera,” sebut mantan Kadis Pariwisata ini.
Samin menyebut, mantan kepala sekolah yang akan di periksa di antara nya mantan kepala sekolah pada SD Negeri 40, SD Negeri 65, dan SD Pertiwi 1. “Karena ada indikasi aksi ini di latar belakangi oleh mereka karena mereka melibatkan siswa dan guru,” katanya.
Selain mantan kepala sekolah kata dia, semua komponen yang ada di dalam sekolah juga akan di periksa termasuk orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah yang saat ini menjabat. “Perlu di ketahui bahwa pegawai itu siap di tempatkan di mana saja, jadi nanti dalam pemeriksaan itu kemudian ada keterlibatan maka kita berikan sangsi,” tegasnya.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

