Akibat Corona, Petani Jambu Mete Menderita

SANANA – Akibat mewabahnya virus corona (Covid-19), hasil bumi milik petani di Kepulauan Sula (Kepsul) tidak dibeli oleh sejumlah pengusaha. Buktinya, petani biji jambu mete yang hendak menjual hasil penennya di toko langganannya, ditolak pemilik toko. Fara, petani biji jambu mete, asal Desa Fogi mengatakan, merasa heran ketika hasil panennya ditolak oleh sejumlah toko. “ Saya heran kenapa mereka tidak mau membeli. Alasan pihak toko saat ini di beberapa kota besar tidak menerima stok biji jambu mete,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/4).

Adanya instruksi pemerintah terkait dengan penyebaran virus corona ini, kata Fara, mereka sebagai warga biasa tidak bisa berbuat banyak. Padahal mereka hanya bisa berharap pada hasil tanaman untuk kebutuhan makan dan minum. “ Kami tetap ikut arahan pemerintah untuk kurangi aktifitas di luar rumah. Tetapi hasil kebun  kami seperti biji jambu mete saat ini tidak ada yang mau membeli,” keluhnya.

Fara berharap, pemerintah daerah (Pemda) agar bisa memperhatikan harga komoditas yang ada di Kepsul.” Saya berharap Pemda maupun pihak toko bisa mengambil langkah untuk bisa membeli hasil jambu mete dan komoditas lainnya,” harapnya.

Dari informasi yang didapati media ini, beberapa toko yang sering mengambil hasil bumi tersebut, membenarkan saat ini mereka masih belum membeli biji jambu mete. Sebab, banyak pengepul seperti Surabaya dan daerah lainnya saat ini menutup gudang akibat instruksi pemerintah terkait dengan adanya penyebaran virus Corona. Biji jambu mete bila disimpan dalam jangka waktu yang lama akan terjadi lembek. Sebelumnya harga biji mete itu Rp 12 ribu perkilogram.(nai)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Akibat Corona, Petani Jambu Mete Menderita"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*