Hujan Di Ternate Diprediksi Sampai Ramadhan

Prakirawan BMKG Setiawan
Prakirawan BMKG Setiawan

TERNATE– BMKG Stasiun Babullah Ternate memperkirakan curah hujan di Kota Ternate akan berlangsung sampai di bulan ramadhan 1443 hijriyah, dengan intensitas sedang dan lebat yang berlangsung pada sore dan malam hari.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Babullah Ternate Setiawan mengatakan, kondisi cuaca di Malut khususnya Ternate masih musim hujan dan di perkirakan berlangsung sampai bulan Juli baru masuk musim kemarau.

“Kalau Maluku Utara khususnya Kota Ternate dia memiliki dua puncak musim penghujan yaitu di bulan Mei-Juni dan Desember-Januari,” katanya Selasa (22/3/2022) kemarin.

Dikatakannya, saat ini matahari sudah masuk ke khatulistiwa sehingga banyak pusat tekanan rendah di perairan laut maluku atau Halmahera. Hal kata dia, dapat menimbulkan fenomena lokal.

“Angin gunung dan angin laut akan menguat, kemudian di suplai dengan masih ada gangguan la nina, kecendrungan sekitar pertengahan April sampai akhir April curah hujan akan naik,” ungkapnya.

Menurut dia, jelang ramadhan nanti intensitas hujan masih tetap sama, meski dalam sepekan ini sedikit berkurang, tapi di perkirakan pekan depan intensitasnya bertambah.

“Justru di ramadhan di perkirakan ada intensitas curah hujan, yang lebih cendrung hujan sedang dan lebat di sertai petir, sehingga perlu kewaspadaan karena hujan akan cendrung pada sore dan malam hari,” sebutnya.
Dia menjelaskan, hal ini terjadi karena di pengaruhi oleh badai la nina di Maluku Utara, di sertai dengan pusat tekanan rendah pada laut maluku utara sehingga menyuplai labilitas cukup kuat di bulan April sampai Mei.
“Gelombang akan menguat di wilayah selatan karena angin monsun dari Australia semakin kuat di wilayah Maluku Utara, sehingga nanti di bulan April dan Mei maka tinggi gelombang dari selatan makin menguat karena monsun asia akan melemah,” jelasnya.

Pihaknya memprediksi tinggi gelombang wilayah selatan mencapai 1,5 meter sampai 2,5 meter terutama di perairan Taliabu kemudian Obi yang gelombangnya cukup signifikan, sementara wilayah utara lanjut dia, agak berkurang kecuali di wilayah Halmahera perairan sebelah timur yang langsung berhadapan dengan samudra pasifik  relatif kuat karena dorongan angin pasat dari timur laut cukup kuat.

“Kalau curah hujan sampai bulan Juni di perkirakan masih cukup tinggi dan puncaknya pada bulan Mei-Juni di termasuk wilayah Kota Ternate,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait