WEDA – Turnamen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang di gelar di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terkesan tidak ada kesiapan dari panitia setempat. Padahal semua kabupaten/kota ikut berpartisipasi pada event tersebut.
Pantauan wartawan di lapangan mulai dari pembukaan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan seluruh bupati/walikota, panitia setempat tidak memiliki persiapan yang matang untuk menyambut seluruh tim di kabupaten/kota yang datang di daerah yang dipimpin oleh Edi Langkara.
Dimana banyak kontingen yang mengeluhkan pelayanan panitia, bahkan mereka menilai mulai dari fasilitas tempat tinggal hingga pada teknis pertandingan yang dilaksanakan terkesan asal jadi.
“Mau siap bagaimana, tadi (kemarin) pagi permainan bola voli saja, tidak ada panitia lokal, akhirnya panitia dari Provinsi yang ambil alih, jadi dorang wasit sambil kumpul bola,” kata beberapa warga yang datang menyaksikan pembukaan hingga kegiatan pertandingan berlangsung di kota Weda termasuk dari Kabupaten Halmahera Timur.
Bukan hanya itu, selain kesiapan dari Pemkab Halteng yang terkesan tiba saat tiba akal, panitia lokal juga disesalkan dengan penempatan item cabang olahraga (cabor) yang dinilai jangkauannya tidak bertumpuk pada satu titik sehingga menguras tenaga serta aktivitas kontingen yang datang.
“Persiapan so begini, baru mata lomba tidak di satu titik, jadi menguras torang pe tanaga untuk angkutan transportasi, coba kalau begitu panitia siapkan fasilitas transportasi itukan tidak masalah, ini semua mobil pake mobil sewa, ada yang pakai ambulance, makanya torang sibuk bae Bae,” beber mereka.
Untuk diketahui, kegiatan Popda ke X tingkat Provinsi Malut yang dipusatkan di Kabupaten Halteng semua anggaran kegiatan ditanggung oleh Pemkab Halteng yang dibebankan langsung oleh Pemkab kepada Perusahaan Tambang PT. IWIP yang beroperasi di desa Lelilef dengan total anggaran kurang lebih Rp. 30 Miliar. Sementara itu panitia lokal hingga berita ini dikirim ke redaksi belum bisa dikonfirmasi.
Sebelumnya POPDA tingkat Provinsi Malut ke X yang digelar di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) rupanya tidak sedikit menelan anggaran untuk kegiatan tersebut.
Pada sambutan Bupati Halteng Edi Langkara di upacara pembukaan, Senin (6/6/2022), Bupati Edi mengaku di hadapan para tamu undangan termasuk Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, bahwa Pemerintah Kabupaten Halteng telah menyiapkan 30 Miliar untuk kegiatan tersebut selama satu minggu, dan sisanya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas olahraga di Halteng.
Dalam sambutanya, Elang (sapaan Edi Langkara) mengatakan, Pemkab sengaja menyiapkan dana tersebut, tentu untuk mendukung kinerja Pemprov Malut dalam menyukseskan kegiatan POPDA ke X.
Di hadapan Gubernur, Edi mengklaim jika sebagai anak-anak dari AGK sebagai Gubernur, tentu dirinya berbesar hati dan sangat legowo serta mensuport semua program Gubernur Malut. “Ini bukan soal momen akan tetapi sebagai anak (bupati) sudah sewajarnya saya ikut membantu orang tua kami (Gubernur) di setiap programnya kendatipun hanya sedikit,” ujar Edi.
Ia juga mengucapkan selamat datang dan kepada seluruh rombongan yang datang untuk ikut berkompetisi pada kegiatan tersebut bersama pimpinan daerah mereka masing-masing.
Tak hanya itu, Edi juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba atas kedatangannya dan membuka acara tersebut. “Ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan PT.IWIP dan Tekindo yang telah membantu dan mendorong kegiatan tersebut hingga terlaksana,” kata Edi. (hmi)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

