Anggaran Asrama Mahasiswa Halmahera Selatan di Yogyakarta ‘Gaib’

Asrama pelajar dan mahasiswa asal Halsel di Yogyakarta

LABUHA – Hingga saat ini anggaran asrama pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Halmahera Selatan yang sedang menempuh studi di Yogyakarta tidak jelas alias ‘gaib’. Padahal, anggaran yang melekat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel sudah dialokasikan sebesar Rp 100 juta.

“Asrama pelajar dan mahasiswa  asal Halsel di Yogyakarta dianggarkan sebesar Rp 100 juta itu terhitung sejak tahun 2017 hingga tahun 2020. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan,” kata Ketua Umum Serikat Keluarga Pelajar Mahasiswa (SKPM) Halmahera Selatan di Yogyakarta, Agusalim Kilkoda, kepada Fajar Malut, Rabu (22/6/2022).

Ia mengaku, anggaran tersebut dijanjikan akan dicairkan pada tahun 2021. Namun Dikbud beralasan anggaran tersebut tidak bisa dicairkan lantaran keterlambatan pengajuan permohonan.

“Setelah kami suarakan, alasan Dikbud proposal kami menumpuk dengan dokumen lain, dan setelah dibongkar barulah ketemu. Tetapi proses pencairan ini tidak dapat dilakukan, karena batas waktu pengajuan,” ungkapnya.

Alasan lain, kata dia, adalah adanya  pergantian pemerintahan yang baru. Sebagai solusinya, anggaran tersebut masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2021 sebagaimana tertuang dalam daftar pelaksanaan perubahan anggaran (DPPA).

Bendahara Dikbud pun membenarkan anggaran tersebut sudah dalam DPPA dan nilainya Rp 50 juta. Padahal dalam dokumen DPPA yang diperoleh pihaknya, bahwa anggaran Sekretariat SKPM senilai Rp 100 juta.  “Untuk itu, kami mempertanyakan anggaran Rp 100 juta itu dikemanakan,” tandasnya

Kendati awal tahun 2022, tambah dia, Dikbud melalui bendaharanya memberi Down Payment (DP) senilai Rp 10 juta kepada pemilik bangunan dan berjanji, Maret 2022 akan dilakukan pelunasan biaya kontrakan selama satu tahun ke depannya. Sayangnya, sampai sekarang janji itu tidak kunjung direalisasikan.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya informasi ini tersampaikan Bupati dan Wakil Bupati Halsel, namun belum ada respon. Bahkan, sampai ke Komisi I DPRD Halsel yang membidangi Bidang Pendidikan agar dapat dipertemukan dengan Dinas Pendidikan.

Pihaknya meminta Pemda setempat permanenkan sekretariat SKPM Halsel. Sebab asrama ini merupakan rumah bersama bagi seluruh mahasiswa Halsel di Yogyakarta dan tempat untuk melakukan aktivitas-aktivitas pendidikan.

“Kami juga meminta kepada Pemda Halsel untuk memberikan kejelasan proses penggaran asrama/sekretariat SKPM Halsel Yogyakarta. Sebab asrama ini penting bagi keberlangsungan mahasiswa Halsel di Yogyakarta,” pintanya, seraya meminta permanenkan asrama SKPM Halsel. Sebab asrama ini merupakan rumah bersama bagi mahasiswa Halsel di Yogyakarta   yang berjumlah 600 lebih ini. (cr-04)

Berita Terkait