JAILOLO – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku Utara bersama Anggota Komisi I DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri melakukan sosialisasi pencegahan angka stunting di Maluku Utara dari Hulu.
Usai melaksanakan sosialisasi dan Kie Bangga Kencana di Kota Ternate, BKKBN Malut bersama mitra kerjanya ini melakukan sosialisasi di Kabupaten Halmahera Barat, Selasa (20/9/2022).
Kegiatan dilangsungkan di Kantor Desa Gamlamo, Kecamatan Jailolo. Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara Renta Rego, Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, Plh Kadis P2KB Herny Dharma Sari Djafar, Kades Gamlamo Ridwan Dano Toka dan warga serta penyuluh BKKBN pencegahan stunting.
Kasus stunting di Indonesia masih menjadi masalah serius, sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara serius pula dan integrasi. Karena itu, saat ini upaya pemerintah untuk mencegah prevalensi stunting dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga negara mencegah prevalensi stunting.
Menurut Irene, salah satu cara untuk mencegah stunting adalah menjaga pola hidup sehat. Di Maluku Utara sendiri, kata dia, memiliki sumber daya yang cukup luar biasa untuk bertahan hidup secara alami. Kuncinya, memanfaatkan alam sekitar, jaga dan dilestarikan, sehingga menjadi penopang dalam kehidupan sehari-hari.
“Ke depan kita punya generasi emas. Dari kondisi 54 persen dulu pernah stunting di Indonesia, sehingga Indonesia belum mampu mencegah stunting. Harapannya, harus semangat melawan stunting,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Malut, Renta Rego menyatakan, melalui program Bangga Kencana dan Pencegahan Stunting ini dapat memberikan nilai edukasi yang mendalam.
“Mengingat ini menjadi sangat penting dalam menjaga generasi emas Indonesia sebagaimana pesan Presiden Jokowi terkait penurunan stunting. Indonesia masih memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi, yaitu 27,67 persen dan masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen,” ungkapnya
Renta menyebut, sosialisasi ini terus dilaksanakan bersama mitra kerja agar ada strategi pencegahan stunting dari hulu dalam upaya preventif untuk memastikan setiap Catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.
“Tercatat per tahun 2021 dari SSGI bahwa Kabupaten Halbar masih dalam angka 30,0 persen pada angka prevalensi stunting di Maluku Utara,” ungkapnya.
“Sehingga dalam upaya yang kami lakukan bersama mitra kerja Ibu Irine Yusiana Roba Putri yang juga orang Halmahera Barat menjadi asset SDM di Malut selalu memberikan kontribusi dan jalan terbaik dalam membawa dampak positif bagi masyarakat,” sambungnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Halbar, Sahril Amin menambahkan, dalam data yang kongkrit ada beberapa desa yang menjadi perhatian, karena di tahun 2022 menjadi lokus stunting. Diantaranya, Kecamatan Jailolo di Desa Bukumaadu dan Desa Tauro.
“Harapannya dari seluruh pendamping dan penyuluh yang ada teruslah bekerja dengan penuh semangat dan rasa percaya diri bahwa dipundak kalianlah generasi emas akan tumbuh dengan sempurna,” pungkasnya. (red)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

