SOFIFI – Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan melibatkan 3 desa wisata di Maluku Utara.
Ketiga desa itu adalah desa Lapasi yang berada di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang meraih 50 terbaik ADEWI 2022.

Desa wisata Ake Bay di Kecamatan Maitara, Kota Tidore Kepulauan yang berkembang menuju desa wisata yang mandiri.
Desa ketiga adalah, kampung wisata Guraping di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan yang baru rintisan, berkembang, maju dan mandiri. Ketiga desa itu melakukan studi komparatif destinasi wisatadi Kecamatan Delingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. tepatnya di desa wisata Kaki Langit sejak tanggal 18 hingga 22 September 2022.
Dimana desa wisata Kaki Langit memiliki objek wisata berbeda dengan tempat wisata lainnya, menyuguhkan nuansa yang berbeda, tradisi Jawa terasa begitu kental, mulai dari pakaian, makanan hingga suasana alam pedesaan.

Berbagai arena atraksi, spot foto menarik, hingga hamparan sawah berbaur dengan sejuknya udara. Desa ini telah meningkatkan perekonomian, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Ernawati Conoras mengatakan, tujuan dipilihnya desa wisata Kaki Langit, karena desa itu merupakan salah satu desa wisata terbaik di Yogyakarta serta masuk dalam 50 desa wisata terbaik yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Program studi komparatif destinasi wisata bertujuan bagaimana mengelola suatu desa wisata yang kompeten, efektif mensyaratkan adanya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten dan evaluasi yang berkesinambungan serta membentuk komitmen para stakeholder, dalam mengelola kawasan desa wisata di daerah sebagai pariwisata.
Hal itu untuk meningkatkan daya saing pariwisata secara berkelanjutan dan menyatukan kepentingan dalam perencanaan dengan menjadi desa wisata yang mandiri dan berdaya saing global.

“Studi Komparatif sangat penting dalam membantu Pokdarwis yang ikut dalam kegiatan ini karena belajar, bagaimana mengelola suatu desa wisata dengan Destination Management Organization (DMO), memiliki tahap yaitu penyadaran kolektif, pembentukan kelembagaan, networking dan pengembangan bisnis,” jelas Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Ernawati Conoras.
“Semoga setelah kembali ke daerah, tiga Pokdarwis akan menerapkan semua ilmu dan pengalamannya di daerah masing-masing,” tutup Erna.
Studi Komparatif Destinasi Wisata berlangsung selama 5 hari di beberapa destinasi wisata di Kecamatan Delingo, Kabupaten Bantul, menyusuri desa budaya dan ekonomi kreatif kaki langit serta workshop bersama Ketua Pokdarwis dan pengurus desa wisata Kaki Langit.(red)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

