DARUBA – Sejumlah pegawai Kantor Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan buruknya koneksi jaringan seluler di lingkungan kerja.
Amatan Fajar Malut, misalnya di ruangan Dinas Pariwisata, Disperkim, Inspektorat, BKD, Dinas PU, dan beberapa ruangan lainnya, akses jaringan sangat buruk.
Selain itu, jaringan di ruangan Command Center juga mengalami gangguan sejak dua bulan terakhir. “Kalau di ruang Inspektorat cari jaringan mesti bukan kaca jendela taruh Hp menghadap keluar, baru terhubung dengan jaringan,” ungkap pegawai Inspektorat.
Hal senada juga dikeluhkan pegawai Perkim dan BKD, bahwa koneksi jaringan di ruang kerjanya sangat buruk. “Kalau mau telepon torang mesti keluar di lobi baru bisa dapat jaringan,” kesal mereka.
Buruknya koneksi jaringan, baik telepon maupun internet 4G, membuat hampir semua instansi di Kantor Bupati harus menggunakan WiFi.
“Kalau tara pake WiFi torang tidak bisa kerja, apa lagi mau video zoom harus pakai WiFi,” katanya. Menurut mereka, buruknya jaringan seluler di Kantor Bupati sudah terjadi sejak kantor itu diresmikan pada 2019 silam.
“Kantor ini baru resmi jaringan bagini sudah,” ujar mereka para pegawai. Padahal, kawasan Kantor Bupati sudah banyak dibangun instansi vertikal seperti Kantor BPJS, Kemenag, Kodim, Kantor Karantina Perikanan, Kantor BNN Morotai, Kantor Kejari dan Kantor BPN.
Selain itu, kurang lebih 800 meter dari Kantor Bupati juga terdapat pemukiman warga yang dihuni kurang lebih 100 Kepala Keluarga yakni RT 05 Muhajirin Baru, Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan.
Di RT itu, warga juga mengeluhkan kondisi jaringan seluler yang buruk, sehingga hanya mengandalkan WiFi untuk berinternet.
“Anak-anak sekolah sengsara sekali saat ada tugas dari sekolah dorang butuh jaringan internet, dorang harus keluar jauh cari jaringan,” ungkap Sjam salah satu warga Muhajirin Baru. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

