MABA – Pemuda, Masyarakat dan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Kemanusiaan Untuk Korban Pembunuhan (FKUKP), Maba Selatan Halmahera Timur, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Haltim, menyuarakan masalah pembunuhan yang sudah banyak terjadi di Desa Gotowasi.
Kordinator aksi Hasbullah mengatakan, sudah 20 hari lebih tidak ada kejelasan dalam mengungkap pelaku pembunuhan, untuk itu TNI-POLRI jangan menghalangi pihaknya untuk menyampaikan aspirasi. “Karena hak demokrasi itu dijamin oleh UUD 1945, bahwa masyarakat berhak berpendapat dan menyampaikan pendapat atau aspirasi baik lisan ataupun tulisan,” katanya, Rabu (23/11/2022).
Dia menambahkan, problem yang terjadi di Kecamatan Maba Selatan, sudah semestinya Pemerintah Daerah Halmahera Timur mengambil tanggung jawab penuh, untuk menjawab semua ini demi menjamin kenyamanan Masyarakat. “Karena 85 persen aktifitas keseharian masyarakat itu berkebun, maka harus dipastikan hutan yang ada di Maba Selatan, itu aman dan nyaman agar masyarakat tetap beraktivitas,” tuturnya.
Dia meminta Pemerintah Daerah harus bijaksana dalam menangani berbagai problem yang terjadi. Dia juga meminta agar tangkap dan adili aktor dan dalang pembunuhan berantai di Haltim dan Halteng. Komnas HAM segera tetapkan kasus pembunuhan di Haltim, sebagai pelanggan HAM terberat. “Pemda dan DPRD harus menjamin Ekonomi Masyarakat Maba Selatan selama pelaku pembunuhan belum ditemukan,” pintanya
Pada aksi itu FKUKP juga meminta 13 IUP di Haltim dicabut, Pemda Haltim harus terbuka atas pembahasan RTRW di Haltim. “Tim Wato-Wato harus terbuka siapa otak dibalik semua ini dan Segera tangkap DPO.(cr-01)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

