WEDA – Selama enam hari kondisi PDAM Weda mengalami gangguan, hal itu membuat pelanggan di empat desa terpaksa menggunakan air sumur dan galon. Namun setelah enam hari, krisis air bersih yang melanda empat desa dalam wilayah Kota Weda telah teratasi dan mulai normal kembali.
Sebelumnya hingga, Jumat (02/12/2022) warga masih mengeluhkan pelayanan air bersih dari PDAM. “Hingga hari ini (kemarin,red) sudah enam hari air belum juga mengalir ke rumah warga,” keluh Heri salah satu warga.
Heri mengaku, Jumat (02/12/2022) air sudah mengalir, tetapi beberapa menit kemudian kembali macet.“Kami minta pelayanan air bersih ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena air ini adalah kebutuhan yang sangat mendasar,” harapnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM, Agusalim Elake mengatakan, macetnya pelayanan air ini karena pipa yang berada di kali Moriala sedang rusak. “Kemarin sudah diperbaiki dan airnya sudah jalan.Tetapi muncul lagi kendala lain, yakni rusaknya panel listrik, sehingga pelayanan kembali terganggu,” akunya.
Untuk mengatasinya, kami sudah pesan alatnya di Ternate.“Kalau hari ini alatnya tiba, langsung kami uji coba dan mengalirkan airnya ke rumah warga,” ungkapnya. Diketahui, desa yang mengalami krisis air itu adalah, Desa Nurweda, Goeng, Nusliko dan Wedana. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

