Menteri PUPR Tegaskan Bangun Sabo Dam dan Rumah Korban Banjir Bandang

TERNATE – Pada Selasa (3/9/2024), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang didampigi Anggota DPR RI Dapil Malut Irine Yusiana Roba Putri dan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly serta sejumlah pejabat Kementrian PUPR meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate.

Saat peninjauan tersebut, Menteri PUPR memastikan Kementrian PUPR akan segera melakukan penanganan pada lokasi tersebut, dimana pada pekan ini pihaknya akan melakukan penanganan dengan menyiapkan jalur sebagai aliran material termasuk membangun 20 sabo dam pada sejumlah sungai di Ternate Selatan, selain itu ditargetkan pada bulan depan sudah akan dibangun rumah buat warga korban banjir bandang pada lahan yang telah disiapkan Pemkot Ternate.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kedatangan untuk meninjau kondisi di ke Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate atas perintah dari Presiden Joko Widodo, untuk menindaklanjuti pasca Basarnas selesai melakukan evakuasi korban banjir bandang. Dan Kementrian PUPR sebagai mitra dari anggota Komisi V DPR RI Irene Yusiana Roba Putri melakukan tanggap darurat.

“Sekarang kami akan melaksanakan semipermanen dulu, tapi yang lebih baik,” katanya, saat ditemui di lokasi banjir bandang.

Setelah meninjau lokasi banjir bandang tersebut kata Menteri Basuki, pihaknya akan menyiapkan jalur material akibat banjir bandang, sebab kata Menteri karakter banjir bandang berbeda  dengan air yang mengikuti tupografi suatu daerah. Sementara banjir bandang yang didalamnya terdapat koloid, pasir, lumpur, krikil dan batu besar dan itu alirannya tidak lagi mengikuti tupografi.

“Untuk itu kita tangani ada dua, pertama untuk jalur yang awalnya sudah ada (sungai) dan akan kita mulai lakukan dalam minggu ini kita kerjakan dan atas rekomendasi Wali Kota kita akan menunjuk penyedia jasa lokal disini untuk bisa mengerjakan itu, kemudian kedua kita akan mendesain jalur yang dilalui materi banjir bandang. Karena kalau air dia masih mengikuti jalurnya tapi material dia whoos seperti kereta cepat, maka kita desain dan kita kerjakan,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Basuki, pihaknya membutuhkan 20 sabo dam pada aliran sungai yang berhulu ke gunung Gamalama, karena di Pulau Ternate sendiri dari data yang dimiliki terdapat 15 sungai yang berhulu ke gunung Gamalama, pada bagian Ternate Utara sudah sebanyak 22 sabo dam yang dibangun sementara di bagian Ternate Selatan belum ada, sehingga Kementrian PUPR akan membangun 20 sabo dam.

“Ini akan kita desain sampai pada akhir tahun ini,” sebutnya.

Selain itu kata dia, langkah yang akan dilakukan oleh Kementrian PUPR yakni melakukan relokasi 49 unit rumah warga ditambah sekolah dan musallah, dimana Kementrian PUPR akan membangun rumah warga korban banjir bandang pada lokasi yang telah disiapkan Pemkot Ternate.

Terkait waktu pekerjaan kata dia, karena komponen bangunan tipe 36 yang ada di Makasar sudah digunakan di Sulawesi Utara, sementara di Surabaya juga telah digunakan di Lumajang. “Bahan yang di Bandung akan segera kita angkut kesini sebanyak 50 ditambah sekolah dan musallah, mudah-mudahan pada akhir bulan ini sudah sampai disini kita langsung kerjakan,” katanya.

Menurutnya, alokasi kebutuhan anggaran belum dihitung karena pihaknya lebih mementingkan untuk bisa segera mengerjakan. “Rumah yang akan dibangun semuanya tipe 36,” tandasnya.

Dia menyebut, warga yang bermukim pada lokasi banjir bandang ini akan trauma ketika harus kembali membangun pada lokasi tersebut, apalagi jumlah material pada hulu sungai tersebut juga masih banyak, sehingga masih berpotensi terjadi kejadian serupa sehingga harus dibangun sabo dam.

“Jadi material banjir bandang itu yang kita gunakan sebagai kontruksi, jadi 20 sabo dam itu khusus untuk bagian selatan, dimana masing-masing sungai minimal 20 sabo dam,” terangnya.

Sementara, Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri pada kesempatan tersebut menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih atas kunjungan Menteri PUPR yang meninjau langsung ke lokasi bencana.

“Saya percaya dengan kehadiran beliau ini dapat mempercepat penanganan para korban, dan yang paling pertama adalah focus jangka pendek bagaimana menyelesaikan aliran sungai sehingga masyarakat tidak trauma lagi, karena kejadian di Rua bukan yang pertama khususnya di Ternate kita pernah mengalami beberapa waktu lalu,” katanya.

Dikatakannya, Menteri PUPR bersama jajaran telah melihat langsung potensi dan mitigasi, sehingga dengan pembangunan yang akan dilakukan kedepan, dan dengan langkah konkrit segera dilakukan Kementrian PUPR untuk membantu masyarakat Ternate.

“Harapan saya masyarakat turut mendukung, dan jangan ada polemic terkait persoalan lahan, karena pada prinsipnya untuk keselamatan masyarakat dan kenyamanan masyarakat yang dituju, jadi terima kasih pak Menteri atas kehadirannya kami merasa bukti konkrit dan nyata dari dukungan pemerintah pusat terhadap kami di Maluku Utara,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait