SANANA – Polres Kepulauan Sula (Kepsul) didesak untuk telusuri sejumlah proyek pembangunan di 2019 yang diduga bermasalah.
Desakan itu disampaikan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ternate, berdasarkan hasil tinjau Panitia Khusus (Pansus) yang dilakukan oleh DPRD Kepsul. “Kami mendesak Polres Kepsul agar telusuri sejumlah proyek fisik yang diduga bermasalah,” kata Ketua HPMS Cabang Ternate, Armin Soamole, Minggu (7/6).
Armin mengatakan, apa yang sudah disampaikan oleh DPRD Kepsul beberapa hari lalu, sudah sangat jelas. Dan bisa menjadi dasar bagi Polres untuk tindaklanjut. “Kan proyek 2019 yang DPRD sebut bermasalah itu proyek pekerjaan jalan sirtu Wailia-Waigai, bangunan pasar sanasi Desa Mengoli, Kecamatan Mangoli Tengah, bungunan puskesmas di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur dan pagar keliling Balai Pertanian di Desa Malbufa, dan Kecamatan Sanana Utara,” ungkapnya.
Selain proyek pembangunan yang diduga bermasalah, lanjutnya, ada juga perusahaan yang mengerjakan lebih dari 1 proyek. “DPRD juga sampaikan bahwa itu adalah monopoli proyek. Jadi ini adalah faktor kesengajaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepsul,” ungkap Armin.
HPMS berharap, Polres Kepsul tidak diam dalam melihat masalah ini. Sebab hal itu adalah kejahatan yang telah sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Harapannya Polres berani mengambil langkah dalam bentuk penyelidikan,” pintanya.
Sekedar diketahui, proyek yang paling bermasalah adalah, proyek pembangunan fasilitas pendukung swering Sanana di Desa Mangon senilai Rp. 1,4 miliar yang dikerjakan CV Permata Membangun. Proyek pembangunan saluran drainase di lokasi reklamasi pasar Fogi menuju Desa Fatcei sebesar Rp. 1,4 miliar. Pembangunan air bersih dan perpipaan senilai Rp. 2,4 miliar di lokasi kantor Bupati yang di kerjakan oleh CV Alam Sutra. Pengembangan jaringan perpipaan di Desa Fukweu dan Wainib senilai Rp. 700 juta yang dikerjakan oleh CV Jaya Lestari.
Pembangunan air bersih dan perpipaan di Kawata dengan nilai anggaran Rp. 600 juta lebih yang dikerjakan CV Alam Sutra. Pembangunan masjid Desa Fukweu tahap tiga senilai Rp. 200 juta yang dikerjakan oleh CV Dian Pratama. Pembangunan Masjid Pohea Rp. 200 juta yang di kerjakan oleh CV Dian Pratama. Pekerjaan badan jalan di dusun Pancorangkum senilai Rp. 800 juta lebih dan pembangunan gajebo di lokasi wisata Fatkauyon senilai Rp. 100 juta lebih.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

