TERNATE – Jabatan Direksi Utama Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan Kota Ternate yang kini dijabat Risdan Harly masih diperpanjang.
Perpanjangan masa jabatan Risdan Harly ini sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada Senin (13/10/2025), RUPS yang dipusatkan diraung rapat Wali Kota itu dihadiri, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman sebagai pemegang saham pengendali, pemegang saham lain Arifin Jafar, Dewan Komisaris, Penasehat dan Dewan Direksi.
Penetapan kembali Risdan sebagai Dirut BPRS dengan sejumlah indikator, salah satunya para Pemegang Saham Pengendali, dan Dewan Komisaris seera Direksi menilai Risdan masih layak untuk dipertahankan dengan sejumlah indikator penilaian.
Sekda Kota Ternate yang juga Dewan Komisaris BPRS Bahari Berkesan mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang digelar ini berkaitan dengan masa berakhirnya jabatan Dirut Utama BPRS Risdan Harly, mengingat ketentuan BPRS menyebutkan berakhirnya masa jabatan direksi harus dilakukan RUPS, yang dihadiri para pemegang saham, penasehat, dewan komisaris dan direksi.
Dimana dalam rapat tersebut, kata Rizal, Wali Kota sebagai pemegang saham pengendali memberikan kesempatan kepada Risdan Harly untuk memimpin BPRS, kemudian Risdan juga diminta untuk mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilakukan, selain itu diminta juga membuat bisnis plan kedepan.
“Sejumlah indikator yang telah dibuat sebelumnya, itu jadi dasar Risdan Harly masih dipilih dan ditetapkan jadi Direksi, selain itu beliau punya kinerja yang baik,” katanya.
Dikatakan Rizal, dalam RUPS tersebut juga Risdan menyampaikan sejumlah usulan yakni penyertaan modal dari Pemkot ke BPRS, terkait hal ini Pemkot memastikan akan memenuhi hal tersebut setiap tahun.
Kemudian pembangunan gedung BPRS, yang lokasinya masih sama, sehingga dalam beberapa pekan ke depan aktifitas BPRS akan pindah sementara ke gedung eks Bank Mandiri yang bertempat disamping lampu merah Takoma.
“Jadi nanti mereka akan beraktifitas disitu sekitar 2 tahun, karena pembangunan gedung BPRS itu didesain 4 lantai. Sebab BPRS ini nanti jadi cikal bakal lahirnya Bank Maluku Utara, sehingga manajemen dan pak Wali punya komitmen kuat untuk melanjutkan program pendahulu Alm. Burhan Abdurahman yang terus beliau suport dengan memperbaiki infrastruktur bank BPRS,” ungkapnya.
Dimana kata Rizal, Wali Kota berkeinginan agar Bank BPRS harus dibuatkan sama seperti bank konvensional lain, sehingga imej kemudian branding itu harus nampak sebagai sebuah bank kebanggaan milik daerah.
“Harapan pak Wali dapat dilakukan penyertaan modal, kemudian inovasi dari Direksi diharapkan kedepan BPRS jadi bank yang unggul dan mampu melakukan pembiayaan, kemudian mampu mengelola dana pihak ketiga,” terangnya.
Lanjutnya, ada sejumlah indikator kalau Bank BPRS dibawah kepemimpinan Risdan lebih baik, diantaranya Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang bagus, disusul Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) atau sebuah rasio yang mengukur perbandingan antara total kredit yang disalurkan oleh bank dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun.
“Jadi indikator ini, sebagai komisaris saya juga melihat yang bersangkutan masih berkinerja baik kenapa harus diganti, jadi yang jelas pak Risdan diperpanjang jabatannya nanti durasi waktu berapa lama kita kembalikan ke pak Wali. Karena kesepakatan RUPS tersebut akan ditetapkan melalui notaris,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

