Pasien Reaktif Kabur ke Taliabu Warga Panik

Reaktif (ilustrasi)

BOBONG – Kendati dinyatakan reaktif saat di rapid test, La Arfin lolos dari pantauan Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula. Ia nekat kabur ke Kabupaten Pulau Taliabu menggunakan longboat, Senin (29/6).

Warga Taliabu pun panik. Berdasarkan Informasi yang beredar di medsos, sejak Senin malam, La Arfin lolos dari Puskesmas (PKM) Sanana itu memiliki riwayat perjalanan dari Ambon dan baru tiba di Sanana pada 26 Juni 2020.

Berdasarkan pemeriksaan oleh PKM Sanana hasilnya reaktif dan tanpa gejala. Rencananya, La Arfin baru akan dilakukan pengambilan sampel swab, Senin (29/6) sore itu di RSUD Sanana. Sayangnya, sebelum pengambilan sampel, pria 42 tahun ber KTP Ambon Maluku itu malah menghilang menggunakan perahu fiber sekira pukul 19.00 WIT menuju Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

Mengetahui informasi tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu dan Ketua Gustu Kecamatan Lede menunggu kehadiran pasien suspek tersebut. Namun, hingga Selasa sore ini belum ditemukan di Lede maupun di Bobong.

Camat Lede, Hi Aliati Maundu langsung mengumumkan warga agar tidak menerima pria 40 tahun yang dikabarkan kabur dari gustu PKM Sanana itu sembari mengunggah KTP pria tersebut agar menjadi incaran semua warga. “Assalamualaikum himbauan kepada masyarakat Lede/Tuan Kebun cengkeh bila ada karyawan cengkeh yang bernama La Arfin dan beralamat sebagaimana yang tertera dalam KTP, kami berharap agar dapat dilaporkan kepada kepala desanya masing – masing,” tulis Camat Lede yang diunggah dengan foto KTP La Arfin melalui beranda facebook-nya Selasa (30/6).

Tidak hanya di Lede, di ibu kota pulau Taliabu juga digemparkan dengan hal serupa, lebih lebihnya PKM bobong yang terpantau tak tinggal diam menanggapi isu tersebut. Bahkan, Kepala PKM Bobong, Taliabu Barat, Marini Nurali mengaku telah mengumumkan wajah pria yang diduga telah terpapar virus corona itu kepada seluruh pegawainya untuk segera memberi informasi apabila yang bersangkutan muncul di puskesmas di khalayak umum. “Fotonya sudah viral di grup (Whatsapp) PKM Bobong, jadi begitu yang bersangkutan muncul di puskesmas, pasti kita tahu. Di desa desa juga tim kita pantau terus, termasuk di Desa Pancuran hari ini juga kita cek ke sana,” ungkap Marini.

Sekretaris harian tim gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu,  Sutomo Teapon ketika dikonfirmasi Fajar Malut  mengaku informasi yang diterima dari salah satu dokter di Kepulauan Sula, pasien reaktif versi rapid test tersebut naik long boat menuju Taliabu, sementara menurut keluarga pasien bukan naik long boat, melainkan naik ferry tujuan Taliabu. Sutomo telah menginformasikan ke seluruh Camat se Taliabu sebagai ketua tim gustu di kecamatan untuk bersiap siaga di seluruh desa untuk mengecek seluruh alat transportasi yang masuk di desa, termasuk loang boat. Namun, hingga malam ini belum ditemukan orang yang dicari sesuai foto yang diedarkan.

“Kemungkinan pasien ini tidak mau di swab, maka dia melarikan diri. Anehnya pasien reaktif masa tim gugus biarkan bebas,” tandasnya. Mestinya, lanjut Sutomo, harusnya jika hasil tes reaktif langsung dikarantina sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran seperti sekarang ini.  “Sekarang di desa desa siaga semua karena tim gustu Sula kecolongan. Satu orang biking pusing dua kabupaten. Di Sula juga sementara cari tahu orang itu,” tutupnya. (bro)

Berita Terkait