TERNATE – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tingkat Kota Ternate, kini telah merampungkan tahapan krusial. Setelah melalui serangkaian tes ketat, sebanyak 151 peserta dinyatakan lulus seleksi akhir dan kini menunggu proses pemeringkatan untuk penentuan jumlah kuota akhir peserta yang ditunjuk menjadi Paskibraka.
Kepala Kesbangpol Kota Ternate Nuryadin Rachman dalam keterangannya menjelaskan, meskipun seleksi tingkat kota telah selesai pada minggu lalu, proses transisi menuju tingkat yang lebih tinggi sedang dipersiapkan.
“Kita tinggal menunggu seleksi tingkat provinsi yang direncanakan pada bulan Mei, dan tingkat nasional pada bulan Juni,” katanya, pada Senin (27/4/2026).
Menurutnya, setiap daerah nantinya akan mengirimkan perwakilan terbaiknya ke tingkat provinsi. Jumlah delegasi bergantung pada permintaan provinsi, dengan opsi pengiriman 6 hingga 10 orang (putra-putri). Dari hasil seleksi provinsi tersebut, akan dipilih kembali 6 orang (3 putra dan 3 putri) untuk bertarung di tingkat nasional.
Salah satu hal menarik dalam seleksi tahun ini adalah penggunaan sistem aplikasi transparansi Paskibraka dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dimana, seluruh nilai peserta, mulai dari kesamaptaan, PBB, hingga kepribadian, sudah terintegrasi dalam sistem.
“Pengumuman akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, baru kemudian kabupaten/kota pada bulan Juni nanti. Jika ada peserta yang naik ke tingkat nasional, maka peringkat di bawahnya secara otomatis akan bergeser naik untuk mengisi kekosongan,” jelas Nuryadin.
Lanjut Nuryadin, untuk Kota Ternate sendiri, kuota peserta yang awalnya direncanakan sebanyak 42 orang, kini dipastikan bertambah menjadi 62 orang. Kebijakan ini diambil Ketua Panitia untuk mengakomodir tingginya minat dan antusiasme putra-putri daerah dalam mengikuti seleksi.
Dari total 301 pendaftar awal, tersisa 151 peserta yang telah melewati verifikasi faktual dan tes akhir. Nantinya, hanya 62 orang terbaik berdasarkan peringkat sistem yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.
Dikatakannya, setelah pengumuman resmi di bulan Juni, para peserta yang terpilih tidak langsung masuk karantina. Mereka akan menjalani tahapan Pradiklat terlebih dahulu.
Tahapannya, pada Juni – Juli tahap pradiklat (Latihan rutin dengan jadwal yang diatur tanpa menginap). Kemudian, akhir Juli – Agustus tahap Diklat/Karantina (Persiapan intensif menjelang hari upacara).
Mengenai lokasi upacara, pihak panitia memastikan lokasi tetap sama dengan tahun sebelumnya. Terkait anggaran dan apresiasi bagi para peserta, pemerintah daerah telah memastikan ketersediaannya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.*
Editor: Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

