JAILOLO – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Halmahera Barat menilai Direktur RSUD Jailolo dr. Novimaryana Drakel tidak kooperatif setelah dua kali panggilan resmi tidak direspons. Sikap tersebut dinilai menghambat kerja Pansus dalam menelusuri persoalan tata kelola rumah sakit daerah.
Juru Bicara Pansus, Erland Mouw, mengatakan pihaknya telah melayangkan dua surat resmi untuk meminta data dan dokumen pendukung. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum dipenuhi manajemen RSUD Jailolo.
“Pansus sudah dua kali menyurat untuk meminta data dan dokumen, tetapi direktur belum juga menyerahkan. Sikap ini seolah tidak menghormati surat resmi lembaga DPRD,” ujar Erland, Senin (28/4/2026).
Menurutnya, Pansus kembali melayangkan surat ketiga dan meminta pihak RSUD bersikap kooperatif dengan segera menyerahkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen tersebut antara lain Laporan Realisasi Anggaran BLUD tiga tahun terakhir, neraca keuangan, laporan arus kas, Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), serta laporan pendapatan BLUD.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

