JAILOLO – Kerja Panitia Khusus (Pansus) BLUD RSUD Jailolo DPRD Halmahera Barat mulai menuai kritik dari internal.
Wakil Ketua Pansus, Dasril Hi. Usman, secara terbuka menyoroti arah kerja tim yang nilainya belum menyentuh persoalan substansial, terutama terkait dugaan penyimpangan anggaran dan tata kelola keuangan rumah sakit.
Dasril bahkan mengungkap adanya indikasi kepentingan tertentu yang diduga membuat kerja Pansus tidak berjalan maksimal. Menurutnya, Pansus seharusnya fokus pada penelusuran pengelolaan anggaran RSUD Jailolo, bukan hanya berkutat pada keluhan manajemen terkait keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM).
“Terlihat ada kepentingan tertentu yang membuat Pansus tidak bekerja maksimal dalam mengungkap persoalan yang substansial,” kata Dasril, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Dasril, pembentukan Pansus semestinya diarahkan untuk menguji transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran RSUD Jailolo. Sayangnya, pembahasan yang berkembang justru lebih banyak menyoroti aspek fasilitas, SDM, serta pelayanan, sementara persoalan anggaran belum disentuh secara mendalam.

