BOBONG – Pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bobong ibukota Kabupaten Pulau Taliabu, satu pekan ini terputus membuat distribusi air di Desa Wayo dan Desa Bobong macet.
Pipa saat diterjang banjir sejak Kamis (30/7) atau sehari sebelum lebaran Idul Adha pecah, kini masih dalam tahapan perbaikan. Pihak PDAM pun dihujani kritik karena dinilai lambat dalam menangani masalah itu.
Direktur Utama PDAM Bobong, Suwandi Sabila menyampaikan permohonan maaf kepada warga ibukota pulau Taliabu karena kerusakan pipa induk PDAM selama kurang lebih satu pekan ini menyebabkan warga kesulitan air bersih.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini pipa dalam perbaikan, dan untuk penyambungan ini membutuhkan waktu tiga hari, dan warga sudah bisa menikmati air bersih seperti biasanya,” kata Suwandi ketika dikonfirmasi, Rabu (5/8) kemarin.
Suwandi menjelaskan, adapun spesifikasi kerusakan pipa PDAM, yakni transmisi lama yang mengalami pecah (kerusakan) adalah Pipa Cast Iron dan Steel diameter 10 x 6000 mm.
Debit produksi aliran air yang hilang selama pipa transmisi terputus sebanyak 3 batang pipa accessories. Karena itu, membutuh waktu yang sedikit lama. “Estimasi pekerjaan untuk perbaikan tersebut kurang lebih seminggu lagi dimulai dari 05 Agustus 2020, sampai selesai,” sebutnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Muhamad Jainal Azhar memantau langsung di lokasi kali ratahaya, langsung berkoordinasi dengan pihak ketiga pemilik eskavator agar digunakan untuk mengangkat pipa induk penyaluran air bersih yang dihantam banjir hingga patah menjadi tiga agar diletakkan disamping air kali untuk perbaiki kembali dan dapat dipergunakan seperti biasanya.
“Saya langsung berkomunikasi dengan pemilik alat berat (Excavator) dan mengawal hingga alat berat diturunkan di lokasi dan memantau langsung hingga mengangkat pipa utama penyaluran air di samping air kali untuk disambung kembali,” terangnya, seraya berharap, secepatnya digunakan kembali agar warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

