Pencairan Lambat, Gamalama Modern Terhambat

Kadis PUPR Kota Ternate

TERNATE – Pekerjaan gamalama modern progresnya kini sudah memasuki 60 persen, saat ini masih menunggu barang pabrikasi yang belum didatangkan ke Ternate, meski telah dipesan. Keterlambatan  ini karena pencairan anggarannya terhambat. Padahal Dinas PUPR Kota Ternate menargetkan pekerjaan gamalama modern bisa tuntas di akhir tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Risval Tribudiyanto mengatakan, untuk gamalama modern, pihaknya tetap menargetkan tuntas pada akhir bulan ini, namun pihaknya menunggu pencairan anggaran, sebab hal itu berkaitan dengan barang pabrik. “ Karena kalau barang pabrikasi itu beda dengan yang lain, harus dikucurkan dulu baru dikirim ke daerah, makanya agak sedikit terkendala, tapi kami berharap gamalama bisa diutamakan,” katanya, Rabu (12/8).

Dia berharap, meski pada kondisi pandemic, anggaran itu dapat dicairkan meski jumlahnya tidak banyak, karena hal itu diharapkan oleh rekanan ke Dinas PUPR. “ Tapi tentunya PU menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, harapan kami bisa, meski itu sedikit demi sedikit tapi bisa dibayarkan setiap bulannya, agar nanti progresnya tidak terganggu karena persoalan keuangan itu,” pinta dia.

Menurutnya, progress pekerjaan saat ini sudah memasuki 60 persen dan barang pabrikan kini sudah ada di Surabaya dan Jakarta, sehingga ketika dikirimkan ke Ternate membutuhkan pembayaran dari Pemkot Ternate. “ Karena ini barang pabrikasi, dan rekanan menuntut agar dibayar per progress, karena progress kegiatan mereka sudah lewat. Kalau fisik kita sudah 60 persen tapi pembayaran belum sampai 40 persen,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan pembayaran secara bertahap tiap bulan,  dapat mengatasi barang pabrikasi yang sudah dipesan oleh rekanan, sehingga progress kegiatan tidak terganggu.

“Kalau sebulan dimana pada bulan kemarin kita baru bisa bayar Rp 3,6 miliar, kalau di tahun ini diploting anggarannya itu Rp 20 miliar, namun karena kondisi pandemic maka kami menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, tapi yang dikhawatirkan tiap bulan tidak dibayar sama sekali, kasiang nanti rekanan karena ini menyangkut barang pabrikasi,” tegas dia.(cim)

Berita Terkait