Sikap NasDem Rugikan MHB-GAS

Helmy Alhadar

TERNATE Pernyataan ketua DPW Partai Nasdem Maluku Utara (Malut), Ahmad Hatari dan Ketua DPC Nasdem Kota Ternate, Husni Bopeng dinilai bisa merugikan bakal pasangan calon Muhammad Hasan Bay dan Mohamad Asghar Saleh (MHB-GAS).

Direktur Lembaga Strategi Komunikasi dan Politik (Leskompol) Malut, Helmi Alhadar berpendapat, pernyataan partai Nasdem bisa merugikan bakal pasangan calon MHB-Gas, terutama Mohammad Asghar Saleh. Posisi Asghar dalam hasil analisisnya bisa menjadi lemah karena mesin partainya tidak bekerja. “ Otomatis itu merugikan pasangan MHB dan Asgar, public tentu akan bertanya-tanya, kok kadernya sendiri tidak didukung,” tuturnya.

Selain itu, posisi tawar Asgar di dalam partai koalisi juga akan melemah atau relatif tidak menguntungkan. “Sebagai Wakil dia dalam posisi yang kurang enak, karena dia tidak didukung oleh partainya sendiri,” ujarnya.

Kata dia, situasi ini mengindikasikan ada perbedaan kepentingan. Bisa jadi antara pusat dan daerah yang kadang-kadang tidak sejalan. Atau bisa juga karena pengaruh konflik di internal. “Jadi kan kita sudah tahu bahwa Nasdem dari awal sekali seringkali menyebut nama Tauhid Soleman, meskipun belakangan tiba-tiba Asghar berdampingan dengan MHB. Jadi bagi saya saat ini, pernyataan Nasdem sendiri jelas merugikan MHB dan Asghar Saleh, itu nyata, baik efek politik maupun efek psikologi. Mana mungkin orang yang ini tidak didukung oleh partainya sendiri, ibaratnya kalau orang tua anda sendiri tidak mendukung anda maju kan kurang enak,” ungkapnya.

Dikatakan, orang tentu akan bertanya-tanya. Tetapi itulah politik, segala kepentingan dan perhitungan internal tetap menjadi pertimbangan. “Sekarang menjadi kesulitan. Nanti kita lihat dalam waktu dekat, karena Asghar juga bilang dalam sehari dua hari dia akan umumkan sikapnya. Intinya bagi saya itu memiliki dampak yang cukup besar,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Ketua DPW Partai Nasdem Maluku Utara Achmad Hatari memastikan status M. Asghar Saleh masih tetap sebagai kader Nasdem.

Menurutnya, Asghar hingga saat ini masih tetap berstatus sebagai kader Partai Nasdem. Namun, Asgar maju dalam Pilwako Kota Ternate tanpa Partai Nasdem.” Asghar Saleh masih tetap kader partai. Mau pecat bagaimana, sedangkan dia maju Pilwako juga kok,” ungkap Hatari.

Menurut Hatari, politik tiap jam bisa berubah. Dalam dunia politik, tidak ada satu pun keputusan yang bisa menyenangkan semua orang.” Ada orang yang jadi korban keputusan politik dan ada orang yang diuntungkan karena keputusan politik,” katanya

Hatari mengaku, di dalam politik sudah pasti ada euforia dan retorika, sehingga posisi Asghar Saleh sebagai kader tetap aman.  (nas)

Berita Terkait