Akan tetapi, semenjak mewabahnya Covid-19, di bulan Maret terjadi banyak perubahan sehingga mempengaruhi pembayaran sejumlah program fisik. “Apalagi kita devisit 140 M, lalu kita berkordinasi dengan Menteri keuangan, maka tanggapan permohonan ini keluarlah regulasi PMK. Untuk mengikuti dan menutup devisit, maka kami ajukan melalui sarana multi infrastruktur (SMI). Pertama kami ajukan 140 M, kemudian bisa sampai 500 M, tujuannya apa ? untuk menutupi devisit ini,” jelasnya.
“Jadi kami tidak diam, yang kami lakukan ialah penyelamatan ekonomi Morotai, bisa untuk sarana jalan, bisa untuk talud, dan lain-lain. Jadi pemanfaatannya ada, semua akan terserap dengan baik. Bahkan multi year juga ada, masjid raya, Ekumene dan itu disetujui. Jadi hampir satu bulan kami melakukan koordinasi, sehingga disetujui. Kami tidak bodoh-bodoh banget, makanya kami berkordinasi soal regulasi, sehingga tidak keluar dari aturan,” tambah Abjan.
Usai mendengar pernyataan Abjan, anggota Banggar lainnya Fadli Djaguna, kembali mempertanyakan soal molornya penyusunan dokumen APBD-Perubahan. Pertanyaan Fadli ini menjadi awal kericuhan karena mendapat jawaban dari Kepala Bappeda.
“Yang pertama APBD-P ini mau di ajukan atau tidak Kepala Bappeda? Karena sejauh ini belum ada. Ini kerja tim bukan perorangan. Jadi pinjaman itu masuk APBD-P atau APBD 2021 ?. Kita di DPRD hanya di kasih pemberitahuan bukan dokumen. Kita ini DPRD, anda harus hargai. Kalau dokumen belum ada? Lalu anda kerja apa?,” tanya Fadli.
Pernyataan Fadli tersebut dibalas spontan Kepala Bappeda. “Tidur,” ucap Abjan. Mendengar ucapan Abjan tersebut, Fadli lantas naik pitam dan langsung melempar microfon tepat di depan meja Abjan. Kericuhan pun terjadi. Fadli yang terbawa emosi, keluar meninggal kursinya dan langsung berlari ke arah Abjan untuk melepaskan pukulan.
Namun amukan Fadli tersebut, berhasil dihalau sejumlah anggota DPRD. Ketua DPRD Rusminto Pawane dan sejumlah anggota DPRD lainnya, terlihat sibuk melerai Fadli yang terus menyerang secara fisik kepada Abjan.
Kericuhan yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu, menimbulkan banyak kerusakan di ruang sidang DPRD. Pecahan gelas terlihat berserakan di ruang sidang. Hingga ada meja anggota DPRD yang patah karena ditendang. Atas insiden tersebut, rapat tak lagi dilanjutkan. Abjan pun langsung dibawah keluar ruangan oleh sejumlah pimpinan SKPD dengan pengawalan ketat dari sejumlah pegawai. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
