Diskusi Persiapan Pengusulan Tuan Guru Sebagai Pahlawan Nasional Dilakukan

Yanuardi menambahkan, Studi tersebut, juga terkait dengan aktivitas Tuan Guru sebelum diasingkan ke Belanda (masa di Tidore dan Patani, Halmahera Tengah). 

“Waktu di Cape Town, kami juga mendapat pesan dari seorang intelektual dan ulama di kampus IPSA agar intelektual Indonesia menulis terkait kehidupan Tuan Guru sebelum diasingkan ke Afrika Selatan,” tambah Yanuardi yang memaparkan materi “Faith, science and civilization as the basis of cultural relations between Indonesian and South African society” di Cape Town pada 11 Desember 2024 lalu. 

Syeikh Muttaqin Rakiep dari Afrika Selatan yang hadir dalam diskusi tersebut, menjelaskan penelusuran jejak nasab keluarga ke Indonesia yang dimulai ayahnya, Al Haj Nurel Erefaan Rakiep, berupaya mengunjungi Tidore di tahun 1980 an, namun baru terlaksana pada 1992. 

Setahun kemudian Syeikh Mutaqqin berkesempatan pergi ke Tidore dan mendapat perlakuan yang hangat dari pejabat serta tokoh masyarakat Tidore. Hasil telusurannya menunjukkan bahwa Tuan Guru adalah keturunan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dari Cirebon.

Sementara menurut sejarawan Universitas Khairun, Irfan Ahmad, mengaku kalau sejauh ini belum ada narasi yang kuat terkait Tuan Guru, sebab masih kekurangan narasi lokal. Senada dibenarkan, ilmuwan politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Aji Deni, yang menyarankan perlunya studi manuskrip. Pasalnya, saat ini masih banyak manuskrip koleksi Kesultanan Cirebon, Jawa Barat, yang penting untuk dipelajari.