Diskusi Persiapan Pengusulan Tuan Guru Sebagai Pahlawan Nasional Dilakukan

“Diskusi ini perlu dilanjutkan dengan jalinan komunikasi yang intens dengan Pemerintah Kota Tidore, Kesultanan Tidore dan Keluarga Tuan Guru di Tidore,” lanjut Idris Sudin yang juga diperkuat oleh Zulkifli Ohorella, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Tidore, untuk dilakukan komunikasi efektif dengan pemerintah, karena Political will Pemkot Tidore sangat dibutuhkan. 

Sedangkan peneliti Jebolan Universitas Nuku Abdul Kadir Ali, berharap dokumen studi terkait Tuan Guru dapat dibuat sebaik mungkin dengan berbagai argumen kelayakan sesuai dengan persyaratan Pahlawan Nasional. 

Ia juga berharap agar rencana ini dapat berkontribusi positif, tidak hanya bagi Tidore tapi juga dalam diplomasi Indonesia yang sejak lama telah memberikan pengaruh positif bagi bangsa lainnya, khususnya di Afrika Selatan. 

Menurut sejarah, Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam membangun masjid pertama di Afrika Selatan pada tahun 1794. Masjid yang diberi nama Masjid Auwal tersebut hingga kini masih berdiri kokoh di Dorp Street di area Bo-Kaap, salah satu konsentrasi komunitas Cape Malay di Cape Town. 

“Tuan Guru lahir di Tidore pada tahun 1712, dan meninggal di Cape Town pada tahun 1807 pada usia 95 tahun. Tuan Guru tiba di Cape Town dengan kapal VOC, Zeepard, pada tahun 1780 ketika berusia 68 tahun. Belanda mengirimnya ke Cape Town untuk menghalangi interaksinya dengan Inggris, musuh bebuyutan Belanda pada era kolonialisme,” jelas Abdul Kadir.