Diskusi Persiapan Pengusulan Tuan Guru Sebagai Pahlawan Nasional Dilakukan

“Kita perlu ke Cirebon, dan karena kita tidak memahami bahasa Sunda maka kita perlu ditemani penerjemah yang bisa membaca teks-teks bahasa Sunda tersebut,” ujar Aji Deni sembari menyarankan untuk melacak silsilah dan cerita leluhur Tuan Guru yang tersambung ke Sunan Gunung Jati tersebut. 

Diskusi tersebut juga bersepakat terkait pentingnya mengkaji buku kompendium berjudul “Ma’rifatul Islam wal Iman” karya Tuan Guru, sebuah buku yang berisi berbagai panduan dalam berislam.

Selain itu, peserta diskusi bersepakat soal pentingnya menelusuri berbagai karya lainnya dari para sarjana dari dalam seperti yang ditulis Bunyamin Marasabessy berjudul “Tuan Guru: The Cape Muslim Philosophy Education System” di jurnal Makara Human Behavior Studies in Asia, Universitas Indonesia. 

Selain itu, diskusi juga memandang perlu studi lanjut buku yang disunting oleh Professor Mohammad Haron dan Ardhya Erlangga Arby berjudul “Evaluating Syaikh Yusuf Al-Makassari and Imam ‘Abdullah Tidore’s Ideational Teachings: Reinforcing Indonesia-South Africa Relation’’ yang diterbitkan oleh KBRI di Pretoria, Afrika Selatan tahun 2021. 

Buku yang diberi pengantar oleh Menlu RI Retno Marsudi dan Dubes RI untuk Afsel Salman Al-Farisi serta berisi tulisan dari pakar seperti Azyumardi Azra, Luqman Rakiep, Mustari Mustafa, Yousuf Dadoo, Ebrahim Salie, Ebrahim Rhoda, Suleman Dangor dan Mustari Mustafa.