DARUBA – Sebanyak dua ton ikan tuna milik suplayer Kahar Lastori, di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, terpaksa dikubur lantaran tidak diterima oleh perusahan ikan PT. Harta Samudra.
Alasan ditolaknya ikan tuna tersebut karena kualitasnya sudah menurun, disebabkan kekurangan es balok sebagai bahan ikan tetap segar. “Kekurangan ada di es karena tong pe nelayan mancing dari Haltim es-nya yang kurang dan berdampak pada kualitas ikan tuna, sehingga dari pihak perusahan tidak menerima jika di ekspor tidak laku,” ungkap Kahar Lastori, ketika dikonfirmasi awak media, Senin (6/4) kemarin. Ia mengakui, hal ini karena kelalaian dari pihak nelayan yang tidak menjaga pasokan es-nya. Padahal disiapkan es balok sebanyak 80 potong, namun hanya bisa bertahan selama tiga hari. Sebetulnya kualitas ikannya masih bisa hanya karena darah ikan airnya tidak diganti makanya menimbulkan bau. Sementara pihak perusahan menekan agar suplai ikan ke perusahan harus sesuai dengan yang diinginkan.
Akibat dari kejadian ini dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 60 juta. “Kalau dilihat dari kerugian dua ton ini sekitar Rp 60 juta dan kejadian seperti ini sudah empat kali,” ujarnya. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Dua Ton Ikan Tuna Mubajir"