Sementara itu, Ardiansyah Fauji, Ketua Komisi III DPRD Tidore Kepulauan, menilai bahwa persoalan tersebut sebenarnya menjadi fokus Komisi I yang membidangi urusan perempuan dan anak.
“Dalam rapat RPJMD kemarin, kami melihat data kekerasan perempuan dan anak masih sangat minim dan tidak valid. Tanpa data yang akurat, penanganan kasus pun sulit dilakukan,” ujarnya.
Ardiansyah menyatakan Komisi III akan menganggarkan kerja sama dengan Fospar. Ia juga menyoroti adanya aplikasi Micat yang muncul di wilayah Payahe.
“Biasanya aplikasi seperti ini hanya ada di kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi. Tapi mengapa muncul di kampung saya? Apakah ini menunjukkan semakin terbukanya akses yang berpotensi mengubah tatanan sosial kita?,” ungkapnya.
Selain itu, data dari Dinas Kesehatan Tidore Kepulauan juga menunjukkan peningkatan kasus HIV/AIDS, yang kini menjadi salah satu fokus Komisi III.
