“Saya berterima kasih kepada Fospar yang sudah melakukan banyak hal dalam mengumpulkan dan menampilkan data kekerasan perempuan dan anak. Jika pembiayaan mencukupi, kita bisa memetakan potensi kekerasan berdasarkan wilayah dan faktor penyebabnya, baik ekonomi maupun sosial,” jelas Ardiansyah.
Sementara itu, Kasman Ulidam, Ketua Komisi I DPRD Tidore Kepulauan, menambahkan bahwa data yang disampaikan Fospar perlu disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dianalisis.
“Dengan visualisasi data, kita bisa mengetahui kasus terbanyak di dapil I, II, atau III. Data ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Komisi I untuk memperkuat sosialisasi ke depan,” tutupnya. (ute)
