“Apa yang disampaikan Plt kadis pertanian bahwa hasil dari petani yang dibawa ke perusahan IWIP itu sangat memberikan pendapatan yang baik oleh para petani namun kedepan dinas terkait harus berinovasi untuk bagaimana orang-orang dapat mengenal bahwa hasil pertanian itu merupakan hasil dari para petani Kota Tidore dengan brand yang banyak dikenali oleh semua orang,” tegas Muhammad Sinen.
“Mari kita bekerjasama dan berinovasi untuk lebih memperkenalkan lagi hasil para petani Kota Tidore yang nantinya diekspor atau dipasarkan dimana saja, karena upaya pengembangan komoditas unggulan daerah tentunya akan menjadi perhatian serius kita bersama sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, ini juga perlu adanya perhatian serius dari dinas terkait pendampingan kepada para petani sehingga para petani lebih bersemangat lagi dalam menanam,” ajak Muhammad Sinen.
Sementara, Plt Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan Ibrahim dalam laporannya mengatakan, luas lahan jagung yang dipanen sebesar 1,5 hektar dengan penanaman selanjutnya yang akan dilakukan Poktan Teras Tani Desa Oba kedepan adalah seluas 2,5 hektar.
Luasan ini sesuai dengan luas total lahan BBU. “Dimana sektor pertanian kedepan diharapkan bisa dilakukan secara terpadu, yakni satu sub sektor mendukung sub sektor yang lain,” kata Ibrahim.
Selain itu, Ibrahim menambahkan fokus kedepan adalah menjadikan sub sektor pangan khususnya komoditi jagung dalam mendukung sub sektor peternakan karena mengingat wilayah Kota Tidore khususnya kawasan Oba merupakan kawasan yang sangat strategis sebagai penyuplai pangan ke daerah/kawasan lingkar tambang.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
