Mendengar itu, Tamila sontak bangkit dari tempat tidurnya dan membangunkan suaminya dan langsung pergi ke rumah Pipin. Setibanya di sana, suami Tamila melihat RAP berada di lorong sebelah bersama anaknya.
Di rumah Pipin dan putranya langsung berteriak menyambut kedatangan Tamila. Pipin saat itu disebut tengah terbaring di kursi sofa. Terlihat juga darah mengalir dari telinga dan hidungnya.
Tak kuasa melihat kondisi sang anak dalam keadaan berdarah, Tangis Tamila mulai pecah. Ia mulai mendekat dan memegang tangan Pipin seraya meraba kepala anaknya, di mana terasa ada benjolan besar.
Menurut Tamila, Pipin juga bilang ia merangkak sendiri hingga sampai di sofa pasca dianiaya. Ketika meminta agar dibawa ke rumah sakit, RAP justru menjawab “baurus sandiri” sebelum keluar dari rumah bersama anaknya.
Usai kejadian, atasan RAP dan istrinya juga datang ke rumah karena ditelepon Pipin. Keduanya juga membantu membawa Pipin ke RS Islam. Si atasan, kata Tamila, sempat berbicara berdua dengan RAP di dalam mobil.
Ketika Pipin hendak dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie, RAP sempat berusaha masuk ke ruangannya, namun dicegat dan diusir ayah Pipin. Tomijan menambahkan, pihaknya tak pernah membuat laporan pidana kepada kepolisian.
Namun penyidik Polsek Ternate Utara yang mendatanginya untuk mengambil keterangan setelah kasus tersebut viral “Pipin sendiri yang minta dia (RAP) agar dilaporkan saat sedang berada di rumah sakit,” ungkapnya.
